Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

(Hampir) Tergiur Printilan Outdoor

Ini adalah cerita pada suatu weekend ketika saya, suami dan Alfi mengunjungi toko outdoor untuk membeli beberapa printilan outdoor.

Menjelang H-11 keberangkatan menuju Merbabu, saya mulai melakukan persiapan. Mbak Weyna, leader kami, kemarin sudah melakukan pemanasan di Gunung Cikuray *giling pemanasan aja mesti ke Cikuray*, kalau saya cukup berjalan kaki saja atau lari di pagi hari. Kebetulan sekarang saya sedang diklat di Ciawi nih, tempat ini cocok untuk olahraga karena konturnya yang berbukit. Pagi hari saya bisa turun naik tanjakan untuk melatih otot kaki supaya tidak kaget pada saat hiking nanti. Ngomong-ngomong, setelah kemarin berkenalan sesama peserta diklat ternyata ada beberapa penyuluh yang memiliki hobi yang sama lho. Keliatan sih kalau hobi kami sama, kami sama-sama memiliki wajah “penyuka gunung” begitu kata teman yang berkenalan dengan saya kemarin. Hmmm wajah penyuka gunung itu bagaimana ya?

Selain olah raga, saya juga mempersiapkan hal lainnya seperti menyicil packing dan membeli beberapa printilan out door yang belum saya miliki. Nah, hari minggu kemarin selepas check-in di Asrama Tirta PPMKP Ciawi tempat saya diklat, saya beserta suami dan Alfi menyempatkan diri untuk mampir ke toko outdoor. Kami sudah memiliki langganan toko outdoor sendiri yang terletak di dekat Stasiun Bogor.

Perlengkapan Outdoor

Sebenarnya di Cibinong tempat saya tinggal juga ada cabang dari toko yang sama. Tetapi kami lebih senang ke toko pusatnya lantaran pilihan perlengkapannya lebih banyak. Di sana kami ingin membeli beberapa perlengkapan outdoor sport yang dibutuhkan. Tetapi setelah masuk ke toko, kami malah tertarik pada beberapa perlengkapan lainnya yang tidak masuk dalam list. Kalau sudah begini alarm berhemat alias ngirits harus dinyalakan supaya tidak kalap untuk memborong semuanya. List yang kami pegang menjadi pedoman kami untuk berbelanja siang hari itu.

Pertama  saya membeli sleeping bag. Awalnya saya mau membeli via online shop, tetapi setelah dipikir-pikir lebih enak membeli di toko langsung supaya kita bisa merasakan bahannya. Sleeping bag yang saya cari harus berbahan polar dengan kemasan yang simple supaya tidak voluminous ketika dimasukkan ke dalam carrier. Setelah memilah-milih, akhirnya sleeping bag Jack Wolfskin berwarna biru menjadi pilihan saya.

Sleeping Bag

Kedua, saya membeli headlamp. Headlamp yang dulu sebenarnya masih bagus namun tidak terlalu optimal untuk digunakan, oleh karena itu saya membelinya lagi dengan memilih headlamp yang memiliki fungsi lebih optimal. Pilihan saya jatuh kepada headlamp dari Energizer yang memiliki 6 LED. Apa itu 6 LED? Headlight 6 LED adalah headlamp yang memiliki 6 buah lampu, yaitu 2 buah lampu jarak dekat, 2 buah lampu jarak jauh, dan 2 buah lampu sinyal merah. Cocok banget ini untuk berjalan di malam hari. Kalau si ayah lebih memilih Energizer 3 LED karena trauma headlamp barunya dicuri orang hehe. Saya sampai heran ternyata headlamp berharga juga ya.

Headlamp

Ketiga, membeli matras. Kemarin ada dua buah matras yang dapat dipilih, yaitu matras tebal dan matras yang lebih tipis. Matras yang agak tipis lebih ringkas apabila dipacking, tetapi akan lebih nyaman menggunakan matras tebal untuk alas tidur kita. Perbedaan harganya juga hanya Rp. 5000,- saja, jadi saya lebih memilih matras yang memiliki lapisan lebih tebal.

Matras

Keempat, sarung tangan. Waktu ke Semeru kemarin, saya masih meminjam sarung tangan milik Hatipah. Kalau sekarang saya harus punya sendiri dong masa mau pinjam terus. Ada dua jenis sarung tangan yang kemarin ditawarkan, sarung tangan tebal yang berukuran full dan sarung tangan yang lebih tipis namun hangat. Saya memilih sarung tangan yang kedua dengan warna hitam dan corak merah. Ini cocok dengan jaket saya yang berwarna merah.

Sarung tangan

Itu semua adalah list perlengkapan yang saya butuhkan. Tapi setelah melihat-lihat perlengkapan lainnya kok malah jadi tergiur untuk membeli yang lainnya ya. Si Ayah akhirnya membeli satu set peralatan makan yang memang diperlukan tapi belum terlalu urgent. Sedangkan saya tertarik ingin membeli sandal gunung berwarna ungu bermerk Outdoor. Yah, kenapa sewaktu saya beli dulu sendal warna ungu ini belum ada, ungu kan warna favorit saya. Godaan tak berhenti sampai situ saja karena saya juga tergiur dengan tas slempang untuk membawa perlengkapan. Ada satu tas yang saya taksir, yaitu tas slempang Consina berwarna hijau. Tetapi setelah menimbang dan memutuskan, akhirnya tidak jadi juga deh membeli tasnya.

sendal gunung

Sendal gunung yang ditaksir

Hampir satu jam kami berada di sana, Alfi sudah kepingin pulang. Iya sih, di toko outdoor kan tidak ada mainan untuk Alfi, jadi wajar saja dia tidak betah. Tapi setelah sampai rumah, Alfi mendadak bilang begini “mama, Alfi pengen naik gunung juga kaya mama”. Wah Alfi, mama juga kepingin berpetualang bareng sama Alfi tapi nanti kalau sudah lebih besar ya. Semoga suatu hari keinginan tersebut dapat terwujud. Aamiin.

Sekarang waktunya untuk packing kembali, jangan sampai ketinggalan dan cek lagi listnya. Saran untuk teman-teman nih, belilah perlengkapan yang benar-benar dibutuhkan, bukan yang diinginkan, karena nanti bisa over budget lho. Have a nice day ya teman-teman.

18 Comments

      • Reply

        iya, mahal-mahal ya kak… beberapa kali sempet mampir ke toko outdoor eiger dan rey.. tapi cuma lihat-lihat doang.. gak kebeli soalnya mihil.. qiqiqi 😛

        • Reply

          haha iya begitulah, makanya aku belinya nyicil, kalo langsung sekaligus malah gak kebagian deh pengeluaran yg lain

  1. momtraveler

    Reply

    Aseeeknya yg mo naik gunung. Ntar aku minjem mak Ev waelah klo mo naik gunung :p
    #emakgamodal

  2. ani

    Reply

    Enak ya mba kalau suami istri satu hobi bisa kompakan kemana mana, semoga sukses sampai puncak gunung ya

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *