Kado Perjalanan untuk Sang Buah Hati

kado-perjalanan

Malam itu saya pulang larut sekali. Kemacetan menjadi salah satu penyebab mengapa saya tidak bisa pulang lebih awal. Dalam keadaan gelap, saya memasuki rumah secara perlahan agar tidak membangunkan keluarga yang sedang terlelap dalam tidurnya. Kemudian saya menyalakan lampu dan terdiam di salah satu sudut rumah karena menyaksikan buah hati tercinta sedang tertidur di lantai beralaskan karpet.

“Alfi ‘gak mau dipindahin, tadi mau nungguin mamanya pulang” begitu kata Bapak yang terbangun lalu menghampiri saya di sudut ruangan. Sambil memindahkan Alfi yang sedang terlelap, saya melihat jam dinding yang saat itu sudah menunjukkan pukul 23.10 WIB. Hanya dalam waktu kurang dari satu jam saja hari akan berubah ke akhir pekan. Sayangnya meskipun akhir pekan, saya masih harus berangkat untuk mengikuti sebuah kelas menulis yang sudah dijadwalkan sebelumnya.

Siang hari di saat coffee break berlangsung dalam kelas menulis, saya terdiam sambil memikirkan bagaimana caranya agar saya dapat mengganti libur akhir pekan yang hilang sehingga Alfi tidak merasa kehilangan moment kebersamaan bersama keluarga. Kebetulan suami juga sedang dinas sehingga tidak bisa pulang terlalu sering. Lalu tercetuslah ide, mengapa tidak pergi bersama saja nanti di awal bulan Desember tahun ini, mumpung saat itu sedang libur panjang.

Mulailah saya menghubungi suami untuk meneruskan ide ini dan ternyata dia setuju untuk mewujudkan sebuah kado perjalanan bagi buah hati kami.

Kado Perjalanan ke Timur

Dulu, saya pernah tinggal dan bekerja cukup lama di Jawa Timur, lebih tepatnya di Kota Pare, Kediri. Jika saya sedang mudik ke kampung halaman di Bogor, Jawa Barat, teman-teman menyebut perjalanan saya tersebut sebagai perjalanan ke Barat untuk mencari kitab suci. Kini, saya ingin membawa Alfi mengunjungi Kota Pare yang pernah saya dan suami singgahi sebagai kado perjalanan pengganti akhir pekan yang beberapa kali telah hilang.

pare-kediri

Suasana Kota Pare yang sepi, foto diambil saat mengunjungi Pare beberapa tahun lalu

Kami berencana untuk bernostalgia kembali dengan kota dan teman-teman yang masih ada di sana. Saya sudah menghubungi beberapa teman yang ada di Pare dan mereka juga menyambut dengan senang hati tentang rencana perjalanan ini. Kami sudah merencanakan untuk reuni saat bertemu nanti sambil melepas rindu setelah hampir tujuh tahun tidak bertemu.

Selain bertemu dengan teman-teman di sana, kami ingin mengajak Alfi berpetualang sambil mengobati rindu akan mendaki gunung. Di Kediri ada sebuah gunung yang dapat dikunjungi yaitu Gunung Kelud. Saya sudah lama sekali belum ke sana semenjak gunung yang terkenal dengan kabutnya itu meletus.

kelud

Foto di sekitar Gunung Kelud setelah meletus, foto ini dikirim dari teman yang ada di Pare.

Kalau dipikir-pikir, sudah lama sekali kami belum mengajak Alfi untuk berwisata ala petualangan lagi. Terakhir, kami pergi ke Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat untuk melatih Alfi berpetualang di luar dan ternyata dia jadi ketagihan ingin naik ke bukit atau gunung lagi.

Nah, perjalanan kali ini juga cukup berbeda karena kalau sebelumnya sering menggunakan bus atau kendaraan pribadi, saya ingin mengajak Alfi menikmati perjalanan dengan kereta api menuju timur Pulau Jawa.

#JadiBisa Bersama Traveloka

Masih soal zaman dulu yaitu di tahun 2010 saat saya masih bekerja di Kediri. Kalau hendak pergi dari Bogor ke Kota Pare dengan kereta api, saya akan pergi ke Stasiun Senen atau Stasiun Gambir di Jakarta untuk memesan tiket keberangkatan. Begitu juga sebaliknya jika ingin kembali ke Jawa Barat, saya akan datang ke Stasiun Kediri untuk memesan tiket kereta. Saya tidak bisa memesan terlalu mepet karena khawatir akan kehabisan tiket. Baru deh di tahun 2014 saya sudah bisa memesan tiket di sebuah minimarket sehingga tidak perlu jauh-jauh datang ke stasiun. Kini sudah lebih canggih lagi, hanya dengan duduk santai saja di rumah sambil mengakses melalui smartphone, saya sudah bisa memesan tiket untuk pergi ke mana saja.

traveloka

Bersama Traveloka semua #JadiBisa. Sejak menggunakan Traveloka, saya mendapatkan kemudahan jika ingin bepergian. Mau pesan tiket pesawat, hotel, isi pulsa, maupun aktivitas dan rekreasi semua jadi bisa. Seperti saat saya memesan tiket kereta api untuk ke Kediri di awal bulan November ini. Cukup dengan duduk bersantai sambil membuka aplikasi Traveloka di smartphone, maka tiket berhasil saya dapatkan.

Nah, saat mencari kereta yang available pada tanggal 30 November 2017 ini, saya mendapatkan Kereta Singasari yang sesuai dengan kebutuhan kami. Mengingat kami akan berangkat di akhir pekan yang cukup panjang, maka hanya tersisa beberapa kursi saja meskipun saat saya memesan tiket masih di tanggal 5 November 2017.

Saya langsung membooking kereta Singasari untuk membawa saya dan keluarga menuju Kediri. Saya harus cepat memesan tiket agar tidak keduluan oleh orang lain. Fitur Passenger Quick Pick yang terdapat di dalam aplikasi Traveloka memudahkan saya saat pengisian passenger detail sehingga saya tidak perlu terlalu lama mengetik untuk menghemat waktu pemesanan. Cukup dengan memasukkan data yang sudah terdaftar sebelumnya untuk pemesanan tiket, setelah itu saya tinggal memilih kursi yang akan ditempati.

traveloka

traveloka

Nah ini adalah salah satu keunggulan yang saya sukai saat membeli tiket kereta api dengan Traveloka yaitu bebas untuk memilih kursi. Traveloka yang menjadi partner resmi KAI ini menyediakan menu tersebut dalam aplikasinya. Jika saya bepergian sendiri mungkin nomor kursi tidak terlalu bermasalah, namun hal tersebut akan berbeda jika pergi bersama keluarga. Tentu kita tidak ingin duduk berjauhan apalagi jika membawa anak-anak, akan repot jika nomor kursinya terpisah jauh.

traveloka

Saat kemarin saya mencari nomor kursi yang pas agar kami berada di dalam satu baris dan satu gerbong memang agak susah karena sudah hampir terisi semua. Setelah menggeser satu gerbong ke gerbong lainnya, baru deh saya mendapatkan nomor yang pas meskipun salah satu nomor kursi agak terpisah di depan. Saya memaklumi karena memang keberangkatan kami ini disaat libur panjang sehingga sudah banyak orang yang sudah memesan tiket terlebih dahulu. Berbeda dengan hari biasa, karena melalui Traveloka kita bisa melakukan pemesanan di menit terakhir sampai dengan 3 jam sebelum waktu keberangkatan.

Setelah mendapatkan nomor kursi, saya tinggal membayar tiket yang sudah dipesan dengan memilih metode pembayarannya. Pembayarannya juga cukup memudahkan, saya bisa memilih dengan membayar menggunakan kartu kredit, transfer bank, atau internet banking. Setelah proses pembayaran selesai, tiket akan dikirimkan melalui email dan juga nomor SMS yang terdaftar, juga terdapat di dalam fitur My Booking di aplikasi Traveloka.

traveloka

Mudah, cepat, hemat waktu dan tenaga, hanya dalam sekian menit saja saya sudah berhasil mendapatkan tiket menuju Kediri. Langkah tersebut juga saya lakukan untuk kembali pulang menuju Bogor.

Bersama Singasari Menuju Kediri

Sambil bersantai, saya menyampaikan rencana perjalanan ini kepada Alfi. Dia menyambut dengan senang hati karena akhirnya di akhir pekan nanti kami dapat menghabiskan waktu bersama. Apalagi nanti dia akan mengunjungi tempat baru yang akan menambah pengalaman masa kecilnya.

Alfi kecil kemudian menceritakan perlengkapan apa saja yang akan dia bawa saat ke Kediri nanti. Setelah saya menceritakan bahwa kami akan pergi ke gunung, dia terlihat semakin bahagia. Senyumnya mengembang sambil menceritakan kembali memori saat dia berhasil mendaki Gunung Padang yang memiliki ketinggian ratusan meter di atas permukaan laut itu.

traveloka

Tidak hanya Alfi, teman-teman di Pare juga menyambut baik tentang berita kepastian keberangkatan saya dan keluarga menuju Kediri. Ada yang secara inisiatif mengumpulkan teman-teman saat kami tiba nanti, ada yang merencanakan teknis menuju Gunung Kelud, hingga keinginan untuk membuat nasi liwet secara bersama.

Bersama Kereta Singasari kami akan menuju Kediri. Hingga tulisan ini diterbitkan, kami bertiga sudah sangat tidak sabar untuk menantikan perjalanan menuju timur Pulau Jawa. Apalagi Alfi yang ingin segera membuka kado perjalanan barunya. Sambil menanti hari keberangkatan tiba, saya membuka kembali memori saat masih di Kediri dan cerita perjalanannya akan saya tuangkan dalam tulisan sebagai kenangan di hari nanti.

[UPDATE] Akhirnya tanggal 3 Desember 2017, saya dan suami berhasil mewujudkan kado perjalanan untuk Alfi, sebuah pemandangan indah dari Gunung Kelud, Kediri, Jawa Timur.

Alhamdulillah mama dan Alfi bisa ke Gunung Kelud

16 Comments

  1. Reply

    yeay Alfi mau ke Gunung Kelud semoga sehat2 y Alfi sampai hari H pas perjalanan liburannya 🙂 ga sabar nih nunggu cerita dari mb Ev ttg liburan Alfi ke Pare

    ngomongin tiket kereta iya banget dulu aku repot mesti ke stasiun dulu antri lama kemudian merasakan juga ke minimarket sampe akhirnya bisa sambil tiduran pesen tiketnya krn traveloka y mb 🙂

  2. Reply

    Selamat jalan2 alfi, selamat berpetualang di jawa timur,
    Jadi pengen jalan2 jg, ihks.. cek traveloka jg ah, mu cari tiket murah …. hoho

  3. Mohyiyi Abas

    Reply

    Praktis ya skrg, pilih moda n tempat nginap ckp klik. Travelling jd mudah, murah, ga susah

  4. Reply

    Kalah sama si Alfi ini saya. Kecil-kecil udah mau main ke Kelud aja.
    Ikutan kelas bahasa inggris itu apa mbak di Pare? Atau karena kerjaan?

    Bisa nih pakai Traveloka buat booking tiket kereta api. Mudah – cepat – aman.
    Save trip buat mbak Evrina dan keluarga

  5. Reply

    Semoga menang lombanya ya mba.. Aku td nya mau ikutan ini, tp kok ga dpt ide, plus tgl 1 jg udh berangkat trip lagi :D. Bacain punya temen2 yg ikutan sajalah.. Traveloka padahal slalu aku pakai tiap kali book tiket, hotel ato tiket masuk wisata. Yg paling aku seneng poinnya. Kmrn booking hotel d oh Vang Vieng aku gratis, krn dipotong dr poin 😀

  6. Reply

    aku jadi salfok sama hape warna putih ini *eh* ortunya senang naik gunung semoga menular ke anaknya ya..

    pesan pake Traveloka itu enak dan praktis ya mbak.

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *