Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Main Air di Curug Citambur

Jalan-jalan ke Curug Citambur sebenarnya sudah saya lakukan kurang dari satu tahun yang lalu apabila dihitung dari waktu tayangnya tulisan ini. Namun karena saya berkejar-kejaran dengan waktu alias sok sibuk, cerita ke Curug Citambur jadi mengendap deh. Daripada sayang hanya mengumpulkan foto saja, lebih baik saya ceritakan meskipun terlambat.

Jadi ceritanya tahun lalu saya dan keluarga merayakan lebaran di Cianjur Selatan tempat kelahiran pak suami. Kebetulan lokasi rumah orang tua pak suami ke Curug Citambur lumayan cukup terjangkau meski kondisi jalan menuju ke sana aduhai bikin spot jantung. Tetapi akhirnya kami memutuskan untuk main ke curug daripada bengong di rumah saat libur lebaran.

Baca ini juga yuk: Curug Ciherang, Wisata Alam di Sukamakmur Bogor

Curug Citambur yang Hijau

Kalau bukan Mang Halim (suaminya bibi dari pihak pak suami) yang membawa mobil, sepertinya saya tidak merasa nyaman untuk pergi ke Curug Citambur dari arah Tanggeung. Jalanannya turun naik terjal bikin spot jantung. Tetapi karena Mang Halim menguasai medan, akhirnya rasa takutpun hilang. Apalagi pemandangan sepanjang jalan menuju curug sangat indah. Hamparan persawahan hijau membentang dari dataran lebar hingga berbentuk terasering.

curug-citambur

Saya agak lupa berapa lama waktu tempuh perjalanan saat itu. Kalau tidak salah kurang dari 2 jam kami sudah sampai di lokasi curug yang beralamat di Karangjaya, Pasirkuda, Cianjur. Suasana saat itu cukup ramai namun tidak seramai tempat wisata di Bogor dikala peak season sehingga masih bisa mengeksplor beberapa sudut curug.

Oh iya untuk tiket masuknya menurut saya sangat murah yaitu hanya dikenakan biaya Rp. 10.000/orang. Tetapi itu untuk mengeksplor area curug saja. Nanti kalau mau masuk ke wahana yang ada di sana, akan dikenakan biaya tambahan lagi yang dapat dibeli langsung di setiap lokasi wahana.

Kalau saya dan keluarga sih ingin menikmati suasana curug saja yang ternyata dingin, lembab, namun segar berkat rindangnya pepohonan di sekitar.

curug-citambur

Untuk menuju Curug Citambur, kami cukup mengikuti jalan setapak saja karena dari tempat parkiran, sang curug sudah terlihat. Sayangnya lokasi tempat curug berada diberi batasan pagar sehingga pengunjung hanya dapat mencapai di titik tersebut.

Itu wajar saja sih mengingat debit air di curug sangat deras, ditambah dengan kondisi bebatuan terjal curug yang tidak memungkinkan pengunjung untuk menyentuhnya. Sehingga para pengunjung hanya dapat menikmati curug dari batas aman saja.Tetapi jangan khawatir, masih ada beberapa spot menarik untuk menikmati suasana curug sambil berfoto ria.

curug-citambur

Main Air di Curug Citambur

Pergi ke tempat wisata air bersama anak-anak, pasti tidak afdol jika tidak main air. Melihat semangat mereka untuk main air, akhirnya kami masuk ke Spot Selfie Lembah Citambur yang masih termasuk ke dalam area Curug Citambur.

Meskipun judulnya spot selfie, tapi kami tidak sekedar berfoto saja di sana. Soalnya lokasi tempat bermain air terletak di area spot selfie sehingga mau tidak mau kami harus masuk ke area tersebut. Harga untuk masuk ke spot ini cukup murah yaitu hanya cukup membayar Rp. 5000,- per orang saja.

Tempat yang dituju sudah ada di hadapan mata. Anak-anak langsung pada nyebur deh ke air buangan Curug Citambur yang jernih dan dingin tersebut. Tidak hanya anak-anak, saya juga ikut nyebur dong dan rasanya enak sekali. Harap maklum ya, yang beginian soalnya jarang ada di daerah padat penduduk.

curug-citambur

Beberapa kali saya bersama bibi take foto di sana, sementara anak-anak bermain air. Saya hanya berani merendam setengah badan bagian bawah saja mengingat airnya cukup dingin. Khawatir masuk angin nanti malah sakit deh.

Nah seperti kebanyakan daerah perbukitan, menjelang sore cuaca daerah Curug Citambur mulai gelap berawan. Kami segera menyudahi prosesi main air di Curug Citambur. Kami langsung bergegas untuk naik ke atas berganti pakaian lalu pulang kembali ke rumah. Soalnya ngeri juga apabila terkena hujan di jalan yang berkelok-kelok tersebut.

Sepertinya demikian saja cerita singkat saya saat main ke Curug Citambur. Walaupun hanya sebentar, tetapi cukup lumayan mengobati rasa kangen saya akan pegunungan. InsyaaAllah suatu hari nanti masih pingin naik gunung lagi. Semoga ada rezekinya. Aamiin.   

6 Comments

  1. Reply

    ya ampuuuuunnnn beruntung banget masyarakat yg tinggal daerah sana yaaa.. tiap hari bisa melihat curug bagus begini, airnya jernih bersih pula :D… dari sekian banyak wisata indonesia, nomor 1 aku masih paling suka dgn air terjunnya :D.. Apalagi kalo susah didatangin, tp sampai di tujuan air terjunnya besar, deras, duuuh makin sukaaa banget.

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *