Jejak Langkah Kaki ke Pulau Derawan (2): Maratua-Goa Halo Tabung

maratua

Setelah sempat tersimpan dalam draft, akhirnya lanjutan perjalanan ke Pulau Derawan selesai dibuat. Masih bersama dengan Cheria Halal Holiday yang membawa saya berwisata dengan ceria ke pulau nan menawan di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Kalau di hari sebelumnya saya dan teman-teman lebih banyak mengeksplore sekitar Pulau Derawan, di hari kedua kami diajak untuk menjelajah ke tiga pulau yang ada di dekat Derawan yaitu Maratua, Kakaban dan Sangalaki. Kita mulai di sekitaran Pulau Maratua dulu saja ya.

Menuju Pulau Maratua

Pagi hari sekali Pak Hasan sudah menjemput kami dari penginapan. Saat itu cuaca mendung dan di tempat kami sudah turun hujan meskipun hanya gerimis saja. Saya agak khawatir kalau naik speed boat di tengah laut dalam keadaan hujan, jadi membayangkan hal yang menakutkan. Tetapi menurut Pak Hasan cuaca gerimis justru tidak menjadi masalah karena justru membuat angin pergi menjauh dan yang bahaya itu kalau ada angin badai di laut karena dapat membuat speedboat terombang-ambing. Setelah yakin akan penjelasan yang diberikan oleh Pak Hasan, kami semua langsung menuju speedboat untuk berangkat menuju Pulau Maratua.

maratua

Ternyata walaupun di peta terlihat cukup dekat, namun kenyataannya berbeda, Pulau Maratua ternyata cukup jauh dari Derawan. Laut yang tadinya terlihat biru kemudian menjadi hitam pekat pertanda kalau itu merupakan laut dalam. Saya beberapa kali mengucapkan istighfar karena speedboat beberapa kali menghantam ombak yang gelombangnya cukup tinggi.

Berada di tengah lautan seperti itu membuat saya menjadi pasrah sambil mengingat bahwa diri ini bukanlah siapa-siapa. Jika saat itu kami tersapu gelombang maka habislah sudah. Naudzubillah.

Speedboat sempat berhenti di tengah jalan dalam keadaan terombang-ambing. Air laut amat sangat dekat dengan garis tempat duduk speedboat yang kami naiki. Speedboat dihentikan karena Pak Hasan ingin membetulkan sebuah palang pelindung yang jatuh akibat hantaman ombak. Palang tersebut dicopot dari tempat duduk, baru kemudian Pak Hasan kembali menghidupkan mesin speedboat untuk melanjutkan perjalanan.

Alhamdulillah atas pertolongan Allah swt dan setelah lebih dari 1.5 jam perjalanan laut dengan menggunakan speedboat, akhirnya kami sampai juga di Pulau Maratua nan biru memukau.

maratua

Indahnya Pulau Maratua

MasyaAllah terpukau banget dengan keindahan Pulau Maratua sejak speedboat merapatkan dirinya di Maratua Paradise. Pasirnya yang putih membuat air laut terlihat biru cerah. Saya suka sekali melihat keindahan dan ketenangan salah satu surga dunia ini.

Maratua Paradise terdiri dari beberapa penginapan dan gajebo. Menginap di sini pasti menyenangkan sekali, tenang dan damai jauh dari hiruk-pikuk duniawi berganti dengan air laut yang membiru.

Di sini kami menikmati snack dan juga minuman hangat yang disajikan oleh restoran. Kami diberikan waktu hingga satu jam lebih untuk mengeksplore di sekitar Maratua Paradise. Saya langsung sigap untuk berjalan ke depan dan belakang hingga ke kiri dan kanan resort tersebut.

Saya tidak usah banyak berkata-kata ya, karena terus terang bingung untuk mendeskripsikannya selain dengan kata indah. Semua terwakilkan oleh beberapa foto di bawah ini.

maratua

maratua

maratua

maratua

Setelah puas menikmati keindahan Pulau Maratua, Pak Hasan kemudian mengajak kami untuk melanjutkan perjalana ke Gua Halo Tabung yang masih ada di Pulau Maratua.

Tak Berani Mengapung di Goa Halo Tabung

Destinasi selanjutnya penjelajahan kami bersama Pak Hasan adalah ke Goa Halo Tabung yang masih ada di Pulau Maratua. Meskipun masih dalam satu pulau, kami tetap harus menggunakan speedboat untuk menuju ke sana.

Speedboat melaju hampir mengitari Pulau Maratua dan ternyata pulau ini seperti terdiri dari susunan batu besar. Kalau tidak salah, hanya dalam hitungan menit saja kami sudah sampai di pintu masuk Goa Halo Tabung. Waktu itu cuaca sedikit gerimis tetapi kami tetap cuek saja karena nantinya akan basah kuyup juga setelah bermain air di Goa Halo Tabung.

goa-halo-tabung

Goa Halo Tabung itu dulunya bernama Goa Haji Mangku. Disebut seperti itu karena penemunya adalah Pak Haji Mangku (berdasarkan yang saya dengar dari penjelasan di sana ya). Namun seiring dengan berjalannya waktu, nama destinasi wisata tersebut diubah menjadi Goa Halo Tabung.

Sebelum masuk ke area Goa Halo Tabung, pengunjung diharuskan terlebih dahulu mengurus administrasi pada sebuah rumah. Di sana saya melihat beberapa orang pemuda yang berjaga untuk melayani pengunjung yang datang. Pengunjung dapat menyewa peralatan seperti pelampung atau alat snorkeling juga di sini. Kalau kami sudah tidak perlu menyewa lagi karena sudah disediakan semua oleh Pak Hasan.

Setelah proses administrasi selesai kami langsung berjalan menuju lokasi goa. Saya pikir perjalanannya akan jauh ke dalam menembus hutan. Soalnya saya sudah terlanjur senang karena akan seperti menjelajah ke hutan Kalimantan. Ternyata Goa Halo Tabung cukup dekat dan di kelilingi oleh hutan yang rimbun.

goa-halo-tabung

Goa Halo Tabung memiliki warna biru dengan dasar yang sangaaaat dalam. Kalau saya melihat ke dasar sepertinya seolah tidak berujung. Meskipun air di Goa Halo Tabung terpisah dari lautan di sekitar pulau namun tetap memiliki rasa asin yang pekat sehingga kita bisa mengambang di atasnya. Walaupun begitu, saya tetap ketakutan dan memilih untuk bermain di pinggir saja sementara teman-teman asik mengambang di Goa Halo Tabung.

goa-halo-tabung

Teman-teman cukup lama bermain air di sana. Bahkan mereka berani melompat dari atas hingga ke kolam Goa Halo Tabung. Menurut Kang Ali dan Khaerul yang menyelam ke dalam goa, dasarnya goa seolah tidak terlihat dan itu membuat mereka bergidik. Untuk menyiasati supaya tidak takut, maka cukup berenang saja tanpa harus melihat ke bawah.

goa-halo-tabung

goa-halo-tabung

Hujan gerimis mulai turun kembali seiring dengan arahan dari Pak Hasan yang meminta kami untuk kembali naik ke atas. Kami harus melanjutkan perjalanan berikutnya ke Pulau Kakaban dan Sangalaki yang juga memiliki keindahan surga dunia. Cerita mengenai Pulau Kakaban dan Sangalaki akan saya tuliskan pada postingan selanjutnya ya.

 

Related Post

6 Comments

  1. Reply

    Hai Kak Evrina salam kenal! Lihat postingan ini langsung ngiler pengen nyebur ke laut. Ya ampun Derawan ini cantikny kebangetan yaaaa… Biru airnya itu lho. Belum kesampaian ke sana dan semoga dalam waktu dekat bisa ke sana. 😀

    • Reply

      Aamiin aamiin, hi kak winnie makasih ya sudah mampir, salam kenal juga, wah keren nih kak winnie dari atap dunia sampai bawah laut menguasai

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *