Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Ngebolang ke Gunung Padang

gunung padang

Terakhir melakukan aktivitas outdoor ke gunung yaitu bulan kemarin sewaktu ke Gunung Gede. Dapat dibilang saya kapok untuk mendaki ke sana lagi, soalnya medannya panjang apalagi kemarin sedang musim hujan, dari awal sampai puncak saya kehujanan terus. Saya dan teman-teman jadi kedinginan meski sudah memakai jaket dan jas hujan. Terus kalau kepingin jalan-jalan ke gunung gimana dong soalnya kan sedang musim hujan? Beruntung nih saya tinggal di Jawa Barat yang memiliki beberapa gunung wisata sehingga tidak perlu bersusah payah untuk mencapai kesana. Ada Gunung Papandayan di Garut, Gunung Galunggung di Tasikmalaya, dan Gunung Padang di Cianjur. Kalau kita mau kesana tak perlu memakai peralatan outdoor lengkap seperti jaket windbreaker, menggunakan jaket biasa juga bisa dan tak perlu membawa tenda. Nah, untuk mengobati rasa kangen terhadap gunung sekaligus mengajak Alfi jalan-jalan perdana ke gunung, pada awal Desember kemarin akhirnya kami pergi ngebolang ke Gunung Padang. Petualangan kemarin seru banget lho, dan ini adalah cerita lengkapnya.

Bermalam di Sukabumi

Awalnya kami ingin naik kereta dari Bogor ke Sukabumi lalu turun di Stasiun Lampegan. Dari sana kami bisa langsung naik ojeg menuju Gunung Padang lalu menginap semalam di Sukabumi. Tetapi rencana tiba-tiba berubah karena kami kehabisan tiket kereta Sukabumi. Menurut beberapa orang yang saat itu ada di stasiun, tiket kereta ke Sukabumi memang cepat sekali habis, jadi kalau mau membeli tiket harus seminggu sebelumnya. Wah saya baru tau, soalnya dulu waktu saya ke Sukabumi dengan kereta, saya bisa beli tiket langsung, ternyata sekarang sudah lebih digemari ya ke Sukabumi dengan kereta. Akhirnya kami memutuskan untuk naik mobil colt saja menuju Sukabumi dari terminal Baranang Siang.

sukabumi

Perjalanan ke Sukabumi memakan waktu 3 jam. Sebenarnya Bogor-Sukabumi sangat dekat, hanya saja karena macet (dan saya โ€˜gak ngerti penyebab macetnya itu apa) jadi terasa agak jauh. Kami tiba di Sukabumi sekitar pukul 11 siang, suasana sudah mendung pertanda akan turun hujan. Rencana berubah lagi, kami memutuskan untuk menginap saja di Sukabumi lalu akan ke Gunung Padang keesokan harinya.

hotel taman sari

Kami mencari hotel yang sesuai dengan budget saat itu dengan mengandalkan aplikasi. Sejujurnya kami agak buta dengan Kota Sukabumi, tetapi dengan bermodalkan gps dan google maps, akhirnya kami menemukan hotel yang cocok. Kami menginap semalam di Hotel Taman Sari yang dekat dengan Salabintana. Wuihhh hotelnya sesuai banget nih dengan kesukaan kami yang bertemakan alam. Alfi kegirangan dan langsung masuk ke dalam kamar. Berhubung hujan sudah mulai turun, siang itu kami isi dengan beristirahat hingga hujan reda.

hotel taman sari

Malam hari kami mulai keluar hotel untuk mencari makan. Menurut teman yang asli Sukabumi, kalau mau hangout bisa ke Toserba Slamet karena di sana banyak aneka kuliner dan tempat asik untuk nongkrong. Kami hanya sebentar saja di sana dan segera kembali ke hotel untuk beristirahat karena besok kami ingin berangkat pagi sekali menuju Gunung Padang.

Ngebolang ke Gunung Padang

Sekitar pukul 6 pagi, kami sudah checkout dari hotel untuk menuju Warung Kondang Cianjur. Dari Sukabumi, kita bisa naik bis menuju Warung Kondang. Jaraknya cukup dekat kok, sekitar 45 menit saja kita sudah tiba di Warung Kondang. Warung Kondang berupa perempatan jalan raya tempat hilir mudik bis besar jurusan Cianjur, Sukabumi, dan Bandung. Di sana kami sarapan bubur ayam sambil menunggu kendaraan yang bisa mengangkut kami ke Lampegan.

Akhirnya angkot yang dituju datang juga, tetapi angkot bernomor 43 ini tidak bisa mengantar ke Gunung Padang langsung dan hanya bisa sampai Lampegan saja. Pak sopir kemudian mengatakan untuk mencarter angkot saja sampai ke Gunung Padang supaya tidak turun naik. Kemudian setelah dihitung-hitung, akhirnya kami menyetujui tawaran tersebut karena jika kita menyambung dengan ojeg harganya juga sama. Jadi deh kami ke Gunung Padang dengan menggunakan angkot.

gunung padang

Perjalanan menuju Lampegan hingga ke Gunung Padang ternyata cukup jauh lho. Apalagi jalanannya juga kurang bagus. Tetapi tenang saja, meskipun jauh, kita tidak akan bosan karena disuguhkan dengan pemandangan indah hamparan sawah di bagian bawah dan kebun teh di bagian atas. O iya daerah menuju Lampegan ini merupakan bagian dari Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur yang terkenal dengan hamparan sawahnya, sedangkan Gunung Padang berada di Kecamatan Campaka yang merupakan daerah berbukit. Jadi perjalanan hari itu kami mendapatkan pemandangan dataran sawah hingga bukitnya.

gunung padang

gunung padang

Saya agak lupa memakan waktu berapa lama, yang jelas perjalanannya lebih dari satu jam hingga sampai di Situs Megalitikum Gunung Padang. Kami sengaja datang pagi supaya tidak terlalu ramai karena menurut Bapak sopir, para wisatawan akan mulai berangkat dari Warung Kondang atau Lampegan sekitar pukul 10 pagi. Sedangkan kami sudah sampai di sana sekitar pukul 10. Untuk masuk ke situs, kami diharuskan membeli tiket terlebih dahulu dengan harga Rp. 5000,- per orang. Sekarang kita mulai menaiki tangganya ya.

gunung padang

gunung padang

gunung padang

Menurut orang yang ada di sebelah kami, jumlah anak tangga yang harus dilalui itu sebanyak 500 buah, itu kalau kita naik atau turun melalui jalur ke dua yang treknya lebih bagus. Kalau kami kemarin memilih naik di jalur satu yang treknya agak curam dan berbatu. Jalur satu ini hanya boleh dijadikan jalur mendaki saja ya, kalau turun tidak boleh melalui jalur ini karena itu tadi curam dan dikhawatirkan akan membahayakan. So nanti tinggal pilih saja mau naik dari jalur yang mana, kalau bisa sih naiknya di jalur 1, lalu turunnya di jalur 2 supaya bisa merasakan semuanya.

gunung padang

kiri: jalur 1, kanan: jalur 2

gunung padang

gunung padang

Sepanjang jalur naik, kita sudah bisa melihat tumpukan batu-batu besar yang bentuknya persegi. Bagaimana ya caranya membentuk batu-batu tersebut hingga halus membentuk persegi? Nah sayangnya nih di situs ini tidak ada papan informasi mengenai sejarah penemuan, atau mungkin karena sedang diteliti ya? Jadi kalau mau tau lebih lanjut mending tanya Mbah Google aja.

gunung padang

Akhirnya kami sudah sampai di atas, menurut Bapak yang menjaga, katanya sih ada 5 undakan, tetapi saya hitung kemarin ada sekitar 3 undakan, mungkin kalau dihitung dari bawah akan menjadi 5 undakan. Di depan kami sudah terbentang tumpukan batu yang sangat banyak. Akhirnya kalau kemarin hanya membaca berita dan melihat di televisi saja, sekarang kami sudah bisa melihat dengan mata kepala sendiri, oh ternyata begini situs Gunung Padang. Alfi senang bukan main karena memang sudah sejak seminggu yang lalu minta di ajak ke tumpukan batu di Gunung Padang.

gunung padang

gunung padang

O iya di sini ada beberapa larangan, kita tidak boleh makan di area situs dan tidak boleh menggeser batu terutama batu menhir.

gunung padang

gunung padang

Kalau melihat dari tulisannya, Menhir itu sepertinya batu yang berdiri tegak. Daripada bingung ini ada penjelasan dari Wikipedia:

Menhirย adalah batu tunggal biasanya berukuran besar, yang ditatah seperlunya sehingga berbentuk tugu dan biasanya diletakkan berdiri tegak di atas tanah. Istilah menhirย diambil dari bahasa Keltik, dari kata men (batu) dan hir (panjang).

gunung padang

menhir

Nah beberapa batu Menhir ini ada di bagian tengah dan sudut situs. Kemudian ada kumpulan batu juga yang membentuk kotak dan saya tidak tau itu apa. Jika ingin melihat situs lebih jelas, kita bisa naik ke gardu pandang. Sayangnya gardu pandangnya masih kurang tinggi dan tangga menuju ke atas agak curam. Menurut saya agak menyeramkan ya untuk naik ke gardu pandang, jadi lebih baik di bawah saja.

gunung padang

gunung padang

gunung padang

Selama dua jam kami berada di sana, pengunjung sudah mulai berdatangan. Kini waktunya kami turun dan kembali ke Bogor supaya sampai di rumah tidak kemalaman. Kami kembali menuju Warung Kondang dan naik bis menuju Sukabumi. Bis kemudian mengantar kami hingga ke terminal Sukabumi. Dari terminal, kami melanjutkan perjalanan menuju bogor dengan menaiki colt jurusan Sukabumi-Bogor. Alhamdulillah sekitar pukul 6 sore kami sudah sampai di rumah dengan selamat meskipun diguyur hujan.

Ngebolang kemarin sangat seru, apalagi ini perdana buat Alfi. Nanti kami mau ngebolang lagi ke tempat yang lebih seru. Nah bagi teman-teman yang ingin ke Gunung Padang, ini ada catatan dari kami:

  1. Situs megalit Gunung Padang terletak di Desa Karyamukti Kecaatan Campaka Kabupaten Cianjur
  2. Jika ingin naik kereta dari Bogor: ke Stasiun Paledang naik kereta turun di stasiun Lampegan, harga tiket sekitar Rp. 30.000-40.000,-. Kemudian lanjut naik naik ojeg menuju lokasi Rp. 50.000,-
  3. Jika ingin naik kendaraan umum dari Bogor: ke terminal Baranang Siang naik colt menuju Sukabumi, ongkos colt Rp. 25.000,-. Kemudian lanjut naik angkot 43 yang berwarna pink di bawahnya menuju Lampegan, dari sana naik ojeg langsung menuju lokasi. Kalau tidak mau repot, carter saja angkot 43 Rp. 200.000,- hingga lokasi
  4. Harga tiket masuk ke situs Rp. 5000,-
  5. Kalau tidak ingin membawa makanan atau minuman, di sekitar situs banyak penjual makanan dan minuman
  6. Sebaiknya datang pagi supaya tidak terlalu ramai, jam 10 pagi wisatawan baru berangkat dari Lampegan

38 Comments

  1. turiscantik

    Reply

    tempat ini sempat bikin heboh banget ya dulu keren tuh mbak kapan2 mau ah ke sana ๐Ÿ˜‰

  2. Reply

    Nggak bosen2nya ya Mba ngebolang..melihat2 pemandangan yg indah..gunung2 yang menjulang.. Dulu aku pernah ke kota Malang.. Sepanjang perjalanan memasuki kawasan Malang kita sdh disuguhi panorama alam yg sangat indah.. Puas banget menikmati sajian panoramanya yg dikelilingi pegunungan…

  3. Reply

    Hehe, kirain Gunung Padang yang ada di Padang. Tapi gunung Padang yang ini kerena jugaa. Mudah-udahan suatu saat saya bisa ke sini ^^

  4. muhammad mukhlis

    Reply

    padang memang salah satu kota yang terbersih ya mb, saya pernah dulu ke padang mb, kebetulan nenek saya orang padang, dengan mendaki jalan yang sangat babelok sekali ๐Ÿ™‚ asik

  5. Reply

    keren yaa situs gunung padang. waktu itu saya ke sana dari arah lain mba. lupa2 inget. tapi tracknya parah banget.
    enakan track yang mba lewati.
    seruu pengen ke sana lagi ๐Ÿ˜€

  6. Lusi

    Reply

    Wah lucu juga lihat dirimu naik gunung bawa anak. Biasanya gagah berani melawan hujan badai. Ini gunung padang yg sempat bikin heboh katanya ada harta karun itu ya?

  7. monda

    Reply

    aduuh bikin ngiri..
    belum sempat aja ke Gunung Padang, padahal udah penasaran aja sejak baca bukunya..,
    makasih ya udah dikasih detail panduannya

  8. fanny fristhika nila

    Reply

    aku juga suka ga ngerti kenapa ya sukabumi itu muacetnya gila -__- pdhl selalu suka kalo liburan ksana, cm ga tahan macetnya… mw naik kereta, tp suami ga suka, lbh asik naik mobil pribadi katanya..

    situs ini blm prnh aku dtgin sih mba… loketnya lucu amat, dibangun kyk purba gitu :D.. tp sayang sih kalo penjelasan ttg sejarahnya kurang lengkap ya

  9. Reply

    Gunung padang itu masih misterius ya mba, sepertinya memang bener tuh kalau disana ada harta karun terpendam. ๐Ÿ™‚

  10. Reply

    Si kecil Alfi nampak sangat menikmati ya mbak Ev ๐Ÿ˜€ Liat fotonya asyik banget keliatannya. Waah, calon petualang nih kayak orang tuanya! Jadi keinget waktu kecil dulu sering dibawa jalan-jalan sama orang tua ^^

  11. Reply

    Wah pas banget mendarat di blog ini… terimakasih sharingnya Mbak, pengin cepat-cepat ke Gunung Padang deh, udah lama rencananya tapi blom direalisasikan.

  12. Pingback: Liburan Murah Meriah ala Adventurer Wannabe - Evrina Budiastuti

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *