Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengalaman Seru di One Day Trip to Pulau Bidadari

Hari Kamis tanggal 16 April 2015 kemarin saya bersama 39 blogger yang tergabung dalam VIVAlog blogger (Vlogger) berkempatan untuk mengikuti One Day Trip to Pulau Bidadari. Beberapa hari sebelumnya, kami melakukan pendaftaran terlebih dahulu di VIVA.co.id untuk mengikuti #VloggerGhatering ini. Dari sekian pendaftar yang masuk, selanjutnya akan dilakukan seleksi oleh pihak VIVA, dimana salah satu persyaratannya adalah memiliki akun VIVAlog di VIVA.co.id. Alhamdulillah, saya terpilih untuk menjadi salah satu pesertanya. Psssttt…. Ini kopdar (kopi darat) perdana saya dengan para blogger lho, makanya saya excited banget. Beruntung deh bisa bergabung ke dalam anggota VIVAlog. Selain bisa mengikuti event-event yang diadakan oleh VIVA, tulisan yang di submit ke VIVAlog bisa menjadi wadah untuk mempromosikan blog dan tulisan kita lho. Asik banget kan? Makanya buruan gabung dengan VIVAlog hehe.

O iya, supaya lebih terfokus, saya akan membagi perjalanan menyenangkan di Pulau Bidadari menjadi beberapa bagian. Berikut pengalaman One Day Trip to Pulau Bidadari….. Check it out!

Perjalanan Menuju Dermaga 17 Pantai Marina

Nyubuh, layaknya pekerja yang biasa berangkat setelah shubuh, saya sudah berada di Stasiun Bojonggede untuk bertolak ke Jakarta Kota. Terlebih dahulu saya, Rany dan Mbak Nunik sudah janjian untuk bertemu di Jakarta Kota. Sekitar pukul 07.30 kami sudah sampai di Jakarta Kota. Dari sini kami cukup naik angkot menuju Ancol, hanya 10-15 menit saja kami sudah sampai di Pintu Ancol. Jangan lupa tunjukkan Invitation Vlogger Gatheringnya supaya tidak dikenai biaya masuk. Hei bus wara-wirinya sudah datang, kami bertiga segera masuk ke dalam bus dan ternyata ada Vlogger lainnya, yaitu Mbak Agit dari Bekasi, salam kenal mbak, hayuuu kita barengan.

Nah, sudah sampai di Darmaga 17 nih. Mbak dan Mas dari VIVA.co.id sudah melambaikan tangan supaya kita kumpul di Lounge Marina. Di sini kita dikumpulkan dulu sambil menunggu teman-teman Vlogger lainnya. Ternyata di dalam lounge sudah ada banyak teman Vlogger yang sudah terlebih dahulu datang. Jadilah kita kopdar singkat sambil foto-foto, soalnya ruangannya cozy banget sih. O iya nanti ada lomba Twitpictnya juga lho, jadi berfotolah sebanyak-banyaknya.

Dua Puluh Menit Menuju Pulau Bidadari

Hal yang ditunggu datang juga, Mbak dan Mas dari VIVA sudah mempersilahkan kami menuju Dermaga 17 untuk naik ke atas speed boat menuju Pulau Bidadari. Seperti biasa, jangan lupa abadikan moment bersejarah ini dengan foto bersama #eaaaaa. Darmaganya bersih, apalagi speed boatnya ya. Untunglah saya sudah minum cairan penangkal angin, jadi dijamin tidak akan mabok. Ya namanya juga speed boat, tidak sebesar kapal feri, jadi ketika terombang-ambing oleh ombak membuat kepala agak sedikit pusing. Tapi sambutan meriah dari Pihak Seabreez yang dipandu oleh MC kocak nan ngehitz: Yozh Aditya membuat pusing jadi hilang. Semangat dan keceriaan tetiba menjadi membara seiring dengan deru ombak yang pecah dibelah laju speed boat. Maaf kalau lebay, tapi memang itu 20 menit yang berarti buat saya. Berarti karena saya sungguh mati jadi penasaran, seperti apa sih Pulau Bidadari itu.

Welcome to Bidadari Island

Dua puluh menit pun berlalu. Akhirnya kami menginjakkan kaki di Pulau Bidadari. Pulaunya bersih terlihat dari tidak adanya sampah non organik di sana. Pantainya sangat indah dengan pasir putih yang membentang. Pulau ini cocok bagi kita yang menghendaki kenyamanan dalam berwisata karena tidak terlalu ramai seperti halnya pulau berpenduduk. Pulau ini dikhususkan untuk wisata heritage sehingga keindahan dan kelestarian pulau terjaga dengan rapih.

Asik banget nih…..setelah 20 menit dalam speed boat, tubuh kita kembali disegarkan dengan welcome drink. Hmmm seger bener…. Apalagi minumnya ditemani oleh welcome dance ala-ala zaman VOC yang diperagakan oleh mas-mas ganteng di Pulau Bidadari. Tema zaman VOC memang sesuai dengan sejarah Pulau Bidadari karena di pulau ini terdapat benteng pertahanan milik VOC pada zaman kolonial dulu. Penasarankan? Ikuti terus cerita saya selanjutnya ya.

Jelajah Bidadari Eco Resort

Tiba saatnya untuk menjelajahi pulau yang dikhususkan untuk resort ini dengan luas wilayah mencapai 6,5 hektar. Rasanya tidak akan cukup jika hanya satu hari saja untuk mengelilingi Pulau Bidadari.

Dari panggung utama yang terletak dekat dengan Front Office, kami diajak berjalan menelusuri Pulau Bidadari. Mas Yozh Aditya beserta mas (lupa saya namanya hehe) dari Seabreez menjelaskan sejarah awal Pulau Bidadari ini. Pada saat zaman kolonial Belanda dahulu, Pulau Bidadari, Pulau Kahyangan, Pulau Kelor dan Pulau Onrust merupakan pulau yang digunakan oleh pemerintahan VOC Belanda untuk benteng pertahanan. Di pulau ini terdapat menara yang digunakan untuk menjaga Batavia (Jakarta) dari serangan musuh. Makanya di sekitar pantai masih ditemukan meriam-meriam asli Belanda. Oleh karena masih terdapat benda-benda peninggalan sejarah, maka ke-empat pulau ini dijadikan sebagai cagar budaya. Jadi, sambil berwisata, kita juga bisa sambil belajar sejarah lho.

Mata saya tertuju pada restoran yang berdiri kokoh namun terkesan sangat alamiah karena semua material bangunan terbuat dari kayu. Cobain deh nikmatnya sensasi menyantap hidangan laut di restoran yang dekat laut beneran. Pasti nikmatnya tidak hanya untuk fisik, tetapi untuk jiwa kita juga yang telah beberapa hari berkecimpung dengan beban hidup eh beban kerjaan hehe.

Di sepanjang bibir pantai, pihak Seabreez selaku pengelola Bidadari Eco Resort juga menyediakan pendopo untuk kita leyeh-leyeh di dekat pantai sambil menikmati hembusan angin pantai dan rindangnya pepohonan. Tidak hanya pendopo lho, tetapi juga ada gazebo yang terbuat dari bambu serta saung pantai untuk berkumpul bersama keluarga atau teman-teman. Sambil menikmati es kelapa muda pasti nikmat banget yak.

Menginap di Pulau Bidadari Yuk

Saya tadi sudah mengatakan di awal kalau sebenarnya tidak cukup waktu sehari untuk menjelajahi Pulau Bidadari. Nah, buat teman-teman yang ingin menghabiskan akhir pekan di Pulau Bidadari bersama keluarga, di sini sudah tersedia 60 cottage yang dapat kita pilih sesuai selera. Ada 10 unit Standard Room, 6 unit Suite Cottage, 8 unit Family Floating, 12 unit Family Cottage dan 23 unit Deluxe Cottage. Harganya terjangkau kok mulai dari lima ratusan sampai satu jutaan. Ini sudah termasuk fasilitas seperti transportasi pulang pergi dengan speedboat, welcome drink, tiga kali makan, Water Sport, Fun with Dolphins, Three Cruiser Island, Bicycle, Cottage dan Asuransi. Banyak tho fasilitasnya? Untuk lebih jelasnya, coba deh ubek-ubek websitenya Pulau Bidadari di http://www.pulaubidadariecoresort.com/.

Nah, biar ada gambaran lebih, ini coba saya kasih lihat beberapa foto ketika kemarin diperlihatkan fasilitas yang ada di beberapa Cottage:

Hayooo mau pilih yang mana untuk menikmati keindahan Pulau Bidadari?

Fun with Dolphin

Siapa yang senang sama mamalia imut nan cerdas bernama si Lumba-Lumba? Sayaaaaa…. Iya saya seneng banget sama yang namanya lumba-lumba. Teman-teman juga kan? Fasilitas ini merupakan fasilitas terbaru di Pulau Bidadari. Di fasilitas ini kita bisa melihat atraksi menarik yang dilakukan lumba-lumba, kita juga bisa berenang bersama atau memberi makan si lumba-lumba. Fasilitas ini sudah include lho baik itu untuk One Day Tour (tidak menginap) maupun Stay Over Night Package (menginap). Sayangnya kemarin kami hanya melihat lumba-Lumba dari luar karena sudah lewat dari jam pemberian makan. Nanti kalau ke Pulau Bidadari, sampaikan salam saya untuk lumba-lumba ya.

Abadikan Hubungan Mu di sini

Pulau Bidadari ini tidak hanya sejuk karena hembusan anginnya, tapi juga karena di pulau ini terdapat berbagai macam pepohonan langka. Salah satunya adalah pohon besar yang disebut sebagai Pohon Jodoh. Konon apabila berfoto di bawah pohon tersebut bersama pasangan maka hubungannya akan langgeng. Saya sih sudah sempat berfoto dengan Pohon Jodoh supaya berjodoh lagi dengan Pulau Bidadari lagi. Aamiin. Jangan lupa berfoto di Pohon Jodoh jika kamu mengunjungi Pulau Bidadari nanti ya.

Abadikan hubungan mu di sini, di Pohon Jodoh, Sumber foto: Mbak Lidya Fitrian

Cagar Alam yang Lestari

Masih terkait dengan pepohonan, saya senang sekali dengan Pulau Bidadari karena lebih dari 60% wilayah pulau terdiri atas tanaman. Tidak hanya pohon-pohon langka yang banyak ditemukan di sana, tetapi juga hutan mangrove yang terjaga kelestariannya. Makanya Pulau Bidadari sangat cocok bila disebut sebagai eco resort. Selain itu, untuk mengedukasi para pengunjung, setiap pohon langka yang saya jumpai diberikan label nama sehingga kita dapat mengetahui pohon jenis apakah itu.

Sewaktu kami berjalan, ada seekor Biawak yang melintas. Ternyata hewan ini memang dibiarkan hidup bebas di Pulau Bidadari. Populasi Biawak di pulau ini mencapai 100 ekor lho dan semuanya aman alias tidak membahayakan manusia. Justru biawak-biawak tersebut akan menghindari manusia apabila berpapasan.

Dan satu lagi nih cagar alam yang lestari di Pulau Bidadari, yaitu dengan adanya habitat Elang Bondol yang menjadi ikon kebanggaan Kota Jakarta. Sarangnya ada di pohon tinggi dekat dengan Menara Martello. O iya di Pulau ini juga ada penangkaran rusa lho, tapi jangan terlalu mengusik rusanya ya, kasian nanti bisa stress karena terganggu manusia.

Martello Tower, the Heritage

Nah, ini dia salah satu situs yang menarik di Pulau Bidadari yaitu Menara Martello. Menara Martello dulunya merupakan menara pertahanan milik VOC pada zaman kolonial dulu. Menara Mortello yang dibangun pada tahun 1850 ini hancur akibat gelombang tidal dari letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883. Makanya sekarang tinggal bagian bawahnya saja yang tersisa dan situs ini dinyatakan sebagai benda cagar budaya berdasarkan Perda DKI Jakarta.

Tujuan dibangunnya menara ini adalah untuk mempertahankan Batavia dari serangan musuh. Itu terlihat dari kekarnya bangunan karena terbuat dari batu bata merah yang melingkar 360 derajat lengkap dengan lubang-lubang kecil di dindingnya. Mungkin lubang-lubang tersebut diperuntukan untuk keluaran senjata.

Menurut mas Yozh Aditya, selama ini belum ada satupun orang yang menemukan di mana letak pintu masuknya. Termasuk para arkeolog juga belum berhasil menemukan pintu masuk ke menara ini. Untuk memasuki menara ini disediakan tangga yang melewati dinding. Setelah saya mengelilingi seluruh bagian menara memang tidak menemukan pintu masuknya. Itu menjadi misteri tersendiri bagi Menara Martello.

Apabila teman-teman ke Pulau Bidadari, coba deh temukan dimana sebenarnya pintu masuk Menara Martello?

Ayo ke Laut di Saung Kreatif Pulau Bidadari

Satu lagi nih yang tak kalah menarik di Pulau Bidadari yaitu adanya Saung Kreatif tempat untuk belajar mengelola dan memanfaatkan lingkungan. Saung kreatif ini termasuk dalam Program eduwisata Ayo ke Laut di Kepulauan Seribu.

Di Saung Kreatif ini kita dapat belajar bagaimana mendaur ulang kertas yang tidak dipakai hingga menjadi kertas daur ulang yang eksotik. Kemudian kita juga diajarkan untuk melakukan pengelolaan sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanaman di sekitar. Semuanya dari alam dan kembali lagi ke alam. Tak lupa juga alat penjernih air sederhana yang terbuat dari akuarium turut serta menambah wawan saya saat itu.

#VloggerGathering

Tiba juga acara inti dari One Day Trip di Pulau Bidadari. Selepas ishoma, kami semua segera menuju Multi Pupose Hall untuk mendengarkan talk show dari pihak penyelenggara.

Talk show pertama diisi oleh Presiden Direktur PT Seabreez Indonesia, Dr. H. Agus Rochiyadi, MM., dengan materi kepariwisataan di Indonesia dan Pulau Bidadari yang dikelola oleh PT Seabreez Indonesia. Beliau menyampaikan bahwa ke depannya Pulau Bidadari akan menjadi wisata heritage berkelas internasional dengan tetap menjaga kebersihan pulau. Pantas saja, saya tidak menemukan sampah non organik di sekitar pulau, tempat sampah juga banyak disediakan di sekitar pulau sehingga otomatis pengunjung tidak akan membuang sampah sembarangan.

Talk show kedua dari VIVAlog yang disampaikan oleh Bapak Mariyadi. Beliau menyampaikan lebih lanjut mengenai benefit dalam menggunakan VIVAlog. VIVAlog adalah platform untuk berbagi, mempromosikan, dan meningkatkan traffic blog-blog terbaik dan paling menarik di Indonesia. Kita cukup mengirimkan tulisan dan link url blog untuk bergabung dengan VIVAlog. VIVAlog memang terus berbenah termasuk dalam memperbaiki permasalahan teknis yang ditemui oleh para blogger.

Dan talk show ketiga diisi oleh Ibu Terry, Marketing PT Seabreez Indonesia. Beliau menjelaskan mengenai personal agent yang merupakan mitra kerja PT Seabreez Indonesia. Keuntungan menjadi personal agent adalah mendapatkan diskon dan juga point yang menguntungkan. Tertarik menjadi personal agent? Ikut mendaftar saja.

Sesuai jadwal, pada akhir acara akan diumumkan pemenang Lomba Twitpic dan lomba lainnya. Wah hadiahnya banyak. Teman-teman sangat menyukainya. Selamat ya bagi para pemenang lomba. Setelah ini akan ada acara bebas, kita boleh kembali berkeliling di sekitar pulau atau melakukan hal lainnya.

Lengkapnya Fasilitas di Pulau Bidadari

Saya mengisi acara bebas dengan kembali mengelilingi beberapa sisi Pulau Bidadari. Ternyata fasilitas di Pulau Bidadari lengkap ya. Di sana ada Make Up Room, jadi kalau misalnya nanti ada shooting kita bisa melakukan persiapan di ruangan ini. Kemudian ada mushola untuk beribadah umat islam, kamar mandi yang strategis, karaoke room bagi tamu yang senang bernyanyi, PPPK atau first aid untuk keselamatan, dan juga kolam renang anak. Panggung utama yang berada dekat dengan front office juga telah tersedia untuk digunakan pada acara-acara tertentu. Kalau mengadakan acara di pantai pastinya akan seru nih, baik itu acara musikal maupun outbond.

Yuhuuuu, Cobain Water Sport Pulau Bidadari Yuk!

O iya, di Pulau Bidadari juga terdapat water sport yang harus dicobain lho. Beberapa Vlogger kemarin mendapat kesempatan untuk mencoba salah satu water sport yaitu banana boat. Antusias sekali mereka ketika berputar di atas laut kemudian di gulingkan hehe. Selain banana boat, di sini juga ada water sofa, canoe, sepeda untuk berkeliling, area memancing, billiard hall, lapangan basket, mini futsal, volley dan tenis meja. Jika teman-teman senang lari pagi, di sini juga terdapat jogging track yang rutenya telah dibuat di dalam dan mengelilingi pulau.

Abadikan Moment Indah Mu di Sini

Pulau Bidadari memiliki pantai yang cantik dan juga cagar budaya yang cocok untuk dijadikan latar belakang pengambilan foto pre-wedding. Sewaktu sedang bersantai, saya melihat ada pasangan yang sedang mengabadikan moment indahnya. Adik saya juga membuat foto pre-wedding dengan tema sejarah lho. Dia bersama suaminya melakukan foto session dengan latar belakang Menara Martello. Hasilnya, indah banget deh. Makanya, abadikan moment indah bersama pasangan di sini saja.

Pulang Jangan Lupa Membawa Souvenir Cantik Pulau Bidadari

Tak lengkap rasanya jika pulang tidak membawa oleh-oleh. Di dekat front office tersedia toko souvenir. Souvenirnya macam-macam lho, mulai dari kaos, pernak-pernik hingga kerajinan tangan dari kerang dengan harga terjangkau yang sangat keren menurut saya. Saya mau beli satu ah untuk atasan saya, soalnya Beliau baik banget karena selalu mendukung kegiatan blogging yang saya lakukan. Terimakasih ya Ibu.

Kunjungi Juga Pulau Kahyangan, Pulau Kelor dan Pulau Onrust

Selain Pulau Bidadari, ada tiga pulau lagi yang letaknya dekat dengan Jakarta dan tentu saja juga memiliki nilai heritage yang tinggi. Sebelum pulang, kami diantarkan untuk melihat ketiga pulau tersebut yaitu Pulau Kahyangan, Pulau Kelor dan Pulau Onrust. Sayangnya, kami hanya melihat dari luar karena memang waktu sudah sangat sore dan air laut mulai pasang.

Dari penjelasan yang diberikan oleh mas Yozh Aditya selaku MC, diketahui bahwa Pulau Kahyangan atau disebut juga dengan Pulau Cipir dulunya merupakan tempat penjara bagi tahanan VOC, gudang rempah-rempah, rumah sakit dan asrama haji. Sedangkan di Pulau Onrust merupakan pulau wisata sejarah karena terdapat benteng pertahanan pintu masuk Sunda Kelapa, galangan kapal terbesar di Kepulauan Seribu dan menjadi tempat karantina para haji sebelum pulang ke Indonesia karena dikhawatirkan membawa bibit penyakit pada masa pemerintahan VOC. Nah, kalau mau melihat benteng Martello yang ada di dekat pantai bisa ke Pulau Kelor yang juga cocok dijadikan untuk tempat shooting.

Kembali ke Jakarta

Waktu sudah semakin sore dan acara One Day Trip to Pulau Bidadari berjalan lancar. Tibalah kita dipenghujung acara untuk kembali ke Jakarta. Saya senang sekali dapat menjadi salah satu peserta yang mengikuti rangkaian acara di Pulau Bidadari. Sebagai penutup, kami sangat mengucapkan banyak terimakasih kepada PT Seabreez Indonesia dan juga VIVA.co.id yang telah memberikan kesempatan untuk berkeliling di Pulau Bidadari. Ada rindu yang tertanam di Pulau Bidadari, semoga nanti kita dapat kembali lagi ke sana. Aamiin.

Mengapa harus ke Pulau Bidadari?

Eitssss….tapi cerita saya belum beres nih. Saya mau memberikan beberapa alasan mengapa harus ke Pulau Bidadari.

Pertama, mengusung tema eco resort yang sangat ramah lingkungan. Berwisata ke tempat ini sangat nyaman karena kebersihan pulau sangat terjaga lengkap dengan cagar alamnya.

Kedua, harganya terjangkau baik untuk paket One Day Tour maupun untuk paket Stay Over Night. Karena dari paket yang sudah dibayarkan, kita akan mendapatkan 6-9 fasilitas yang sudah termasuk di dalamnya.

Ketiga, fasilitasnya lengkap, mulai dari perlengkapan untuk acara, aula, perlengkapan olahraga, hiburan hingga keselamatan.

Keempat, memiliki cagar budaya yang menjadi icon Pulau Bidadari sehingga kita tidak hanya berwisata tetapi juga dapat belajar sejarah.

Kelima, wisata yang berwawasan lingkungan. Di Pulau Bidadari terdapat saung kreatif dan program edu tourism Ayo ke Laut! O iya, beberapa furniture yang ada di dekat pantai semuanya terbuat dari barang bekas yang dikelola sedemikian rupa hingga menjadi furniture yang eksotis dan ramah lingkungan. Perlu dicontoh nih.

Keenam, nyaman berwisata di Pulau Bidadari karena memang ditujukan untuk resort sehingga tidak terlalu banyak penduduk yang ada di pulau, tidak seperti pulau lainnya. Kita bisa bersantai dengan bebas di pendopo maupun saung-saung yang ada di dekat pantai.

Dan masih banyak lagi alasan mengapa harus ke Pulau Bidadari, yang pasti ada si Lumba-lumba lucu yang kehadirannya bakalan ngangenin deh.

So, Gimana Cara supaya Saya bisa ke Pulau Bidadari

Nah, tertarik kan dengan Pulau Bidadari? Kalau teman-teman ingin reservasi, bisa langusng memesan pada formulir yang disediakan di http://www.pulaubidadariecoresort.com/ atau datang dan hubungi alamat berikut:

Demikianlah cerita One Day Trip to Pulau Bidadari bersama VIVA.co.id dan PT Seabreez Indonesia. panjang benar ya cerita saya, habisnya memang banyak cerita seru di Pulau Bidadari. Kalau tidak percaya cobain sendiri deh. Sampai jumpa dan terimakasih telah membaca cerita ini.

18 Comments

  1. fanny fristhika nila

    Reply

    blm pernah ke pulau ini…. bgs ya ternyata… ^o^

    btw mba, ga kebayang bgt deh letusan krakatau sehebat apa ampe menara segede itu bisa ancur yaa -__- sereem

    • Reply

      letusan krakatau kalo ga salah sampe mempengaruhi beberapa negara tetangga kita, makanya sampai hancur begitu menaranya

  2. Indra Kusuma Sejati

    Reply

    Obat stres dari hiruk pikuk kota dengan sarana alam yang eduktif sepertinya pulau Bidadari oke juga. 😀

    • Reply

      ada mbak Yuni pake Telkomsel ah biarlah nyebut merk. lupa kemarin teh ga ke foto, tapi ada pas lagi jalan2 di sekitar hutan mangrove

    • Reply

      behehe kepanjangan ya mak? abisan sayang kalo banyak hal yang menarik engga ditulis, hatur nuhun atas kunjungannya

  3. Reply

    Selain tempat liburan seru akhir pekan bersama keluarga atau sahabat, Pulau Bidadari juga jadi tempat pre wedding bagi calon pengantin. Selain dekat dengan Jakarta, sunset Pulau Bidadari keren, jadi cocok untuk pre wedding romantis.

  4. fajar rois

    Reply

    wuih pulau Bidadari ya…saya pernah melewati pulau ini mbak waktu main ke pulau seribu *lupa nama pulaunya*. Tapi naik kapal dari angke yang kecepatannya beda jauh jika dibanding sama speedboat yang mbak ev naiki 😀
    Nah yang lebih membosankan lagi saya naik kapal tersebut kurang lebih 3 jam, bener-bener bosen soalnya cuma bisa lihat air laut. Tapi waktu sudah sampai di pulaunya, keren betul pantainya soalnya masih bersih pantainya, kemudian air laut yang bening betul mbak apalagi waktu snorkling lihat karang sama ikan yang warna-warni bikin betah pokoknya…..seger banget *eh asin*. Sempet nggak percaya kalo tempat itu masih di daerah Jakarta yang notabanenya tidak mempunyai wisata alam yang seindah itu.. 🙂
    *ini komen apa posting blog, panjang betul..:D #maaf

    • evventure

      Reply

      hahaha ga apa2, kalo Pulau bidadari masih deket dari Jakarta soalnya masih masuk lingkaran pulau terdekat, Roiz di pulau yang mana? 3 jam mungkin karena letaknya agak jauh dari Jakarta jadi masih asri juga tempatnya

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *