Langkah Kaki ke Pulau Derawan (Day 1): Taman Si Billy-Pasir Sanggalau

pulau-derawan

Alhamdulillah akhirnya setelah kemarin berkutat terus dengan tulisan Korea Selatan, sekarang saya mau menceritakan petualangan ke Pulau Derawan. Tak pernah terbayangkan oleh saya kalau bisa jalan-jalan ke sana. Terus terang saja saya gak takut dengan laut meskipun berani ketika ke gunung. Tetapi setelah melihat keindahan Pulau Derawan yang termasuk ke dalam Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur ini, akhirnya rasa takut saya agak sirna. Berganti dengan keindahan pulau yang berada di timur Kalimantan itu.

Oh iya kepergian saya ke Pulau Derawan saat itu disponsori oleh Cheria Halal Holiday, perusahaan travel yang konsen menggemakan wisata halal baik di dalam negeri maupun luar negeri. Saya pergi bersama dengan pemenang Lomba Menulis Artikel Kreatif ke-5 yang diadakan oleh Cheria Halal Wisata. Bagaimana perjalanan saya di hari pertama? Berikut adalah cerita lebih lengkapnya.

Dari Jakarta ke Berau

Pada awalnya saya dengan teman-teman dijadwalkan untuk penerbangan ke Balikpapan pada pagi sekali. Syukur alhamdulillah penerbangan di-reschedule menjadi siang sehingga kami tidak perlu tergesa-gesa untuk berangkat ke bandara. Para pemenang yang terdiri dari Kang Ali Muakhir dari Bandung, Septia Khoirunissa dari Lampung dan Khairul Anwar dari Bandung tampak sudah antusias berada di bandara ketika saya tiba di sana. Saya bersama Okka Nur Laila dari Pontianak saat itu bertugas mengawal para pemenang selama berada di Derawan hingga pulang kembali ke rumah masing-masing. Sebenarnya ada Desi Namora juga, namun saat itu Desi berhalangan hadir jadi hanya kami berlima saja yang berangkat.

pulau-derawan

Para pemenang lomba: Ali Muakhir, Khairul Anwar dan Septia Khoirunisa

Akhirnya waktu yang ditunggu tiba juga, pesawat yang membawa kami ke Balikpapan lepas landas dengan baik dan berhasil mendarat mulus di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman. Saya terpukau dengan bandaranya yang putih, bersih dan bercahaya. Beberapa kali terlihat tulisan untuk menyambut para wisatawan yang tiba di Balikpapan.

Setelah tiba di Balikpapan, kami masih harus melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Berau dengan menggunakan pesawat yang lebih kecil. Kami mengurus tiket transit dan menunggu di ruang yang sudah disediakan karena saat itu belum waktunya kami berangkat.

pulau-derawan

Beberapa kali saya bolak-balik ke toilet karena saya memang banyak minum air putih. Saya memang suka minum banyak air terutama saat perjalanan. Kalau ingin ke toilet jangan ditahan daripada nanti kena anyang-anyangan. Apalagi toilet dengan ruang tunggu jaraknya tidak terlalu jauh, so manfaatkan waktu dengan baik supaya perjalanan menjadi nyaman.

Tak berapa lama, akhirnya kami dipanggil untuk masuk ke dalam pesawat yang akan membawa kami ke Berau. Pesawatnya agak kecil namun terlihat kokoh. Saya lupa waktu itu berapa jam perjalanan karena saya tertidur di dalam pesawat. Tiba-tiba saja sudah ada pengumuman kalau pesawat siap mendarat di bandara Berau. Syukur Alhamdulillah pesawat berhasil mendarat mulus di Berau dan kami semua lega akhirnya destinasi yang dinantikan ada di depan mata.

Waktu itu bapak yang menjemput kami sudah lama menunggu di pintu keluar. Kami diajak untuk makan malam dulu lalu menginap di Millennium Hotel untuk beristirahat karena tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan ke Derawan malam itu juga.

pulau-derawan

Menuju Pulau Derawan

Pagi hari setelah sarapan, bapak yang menjemput kami sudah datang. Kami langsung bergegas naik ke mobil untuk melanjutkan perjalanan langsung ke Pulau Derawan. Perjalanan saat itu sungguh sangat jauh, dengan menggunakan mobil kami menghabiskan waktu sekitar 3 jam perjalanan dari Kota Berau hingga ke pelabuhan.

Sepanjang perjalanan kami disuguhkan oleh pemandangan khas Borneo yaitu hutan tropis yang lebat dengan jalan berbukit. Sayangnya di beberapa tempat baik di kiri dan kanan terlihat perambahan hutan. Menurut bapak yang mengantar kami, dulu hutan tersebut pernah terbakar, bahkan apinya sampai menjalar ke jalan raya. Wah terbayang deh bagaimana nasib fauna dan flora yang tidak bersalah, syukur Alhamdulillah sekarang tidak ada pembakaran hutan lagi di sana (itu yang saya dengar dari si bapak).

pulau-derawan

Akhirnya kami tiba juga di pelabuhan. Setelah membeli tiket seharga Rp. 15.000/orang untuk masuk pelabuhan, kami langsung disambut dengan Pak Hasan pemilik speed boat yang akan membawa kami ke Pulau Derawan. Bapak yang mengantar kami akan menjemput di hari kepulangan nanti.

Pak Hasan mempersilahkan kami untuk naik speed boat sambil berpegangan. Saya lupa apakah sudah naik speed boat sebelumnya ataukah belum, yang pasti saat itu saya benar-benar berpegangan karena takut dengan hantaman air laut yang mengenai speedboat. Saya agak lupa berapa lama jangka waktu menuju Pulau Derawan dari pelabuhan, kalau tidak salah sekitar 30 menit dengan menggunakan speed boat, kami sudah tiba di pulau yang cantik tersebut.

pulau-derawan

Taman Si Billy Pulau Derawan

Pertama kali melihat Pulau Derawan saya langsung takjub dengan pemandangan pantainya yang berpasir putih dengan warna hijau air lautnya. Kami semua senang telah tiba dengan selamat di Pulau Derawan. Pak Hasan mempersilahkan kami untuk masuk ke penginapan terlebih dahulu sambil istirahat dan bersantap siang. Kebetulan saat itu hari Jumat jadi para bapak-bapak melaksanakan shalat jumat dulu, baru setelah itu kita mulai petualangannya di Pulau Derawan.

pulau-derawan

pulau-derawan

Oke, jumatannya sudah selesai, Pak Hasan memberikan sinyal untuk naik ke speed boat dan mulai mengeksplorasi Pulau Derawan. Pak Hasan mengatakan kalau hari pertama ini kami diajaka untuk mengeksplore di sekitar Pulau Derawan, baru keesokan harinya dilanjut ke pulau lainnya yang ada di sekitar.

Destinasi pertama adalah ke Taman Si Billy yang katanya ada penyu di sekitarnya. Saya jangan ditanya yah apakah ikut snorkeling atau tidak, pastinya tidak karena saya takut laut hehe. Jadi yang waktu itu snorkeling sayangnya hanya berempat yaitu Pak Hasan, Oka, Khairul dan Kang Ali. Sementara saya dan Septi duduk manis menjaga speed boat (padahal speed botany juga ‘gak kemana-mana hehe).

Menurut penuturan teman-teman yang snorkeling, di Taman Si Billy ini banyak terumbu karang dan ikan-ikan kecil yang cantik termasuk ikan nemo. Wah saya jadi mupeng kepingin turun juga, tapi apa daya, cukup menikmati hasil jepretan foto dan video teman-teman saja. Mereka cukup lama snorkeling di sana, sampai akhirnya Pak Hasan meminta kami untuk naik speed boat lagi.

pulau-derawan

pulau-derawan

Melihat Bintang Laut

Pak Hasan sangat lihai sekali membawa speed boat berputar di atas air laut. Setelah dari Taman Si Billy, kami diajak untuk turun dan melihat sekumpulan bintang laut. Kali ini saya berani ikut turun soalnya hanya sebatas lutut saja hehe.

Di bawah sana ada beberapa bintang laut yang tampak bergerombol. Cukup di lihat saja ya jangan diangkat atau dipegang, kasihan karena mereka makhluk laut. Saya meraba di dasar laut ternyata bentuknya bergerigi dan licin serta berwarna cokelat keputihan. Tapi kok kalau bintang laut yang di kartun sponge bob warnanya pink ya?.

Kami tidak terlalu berlama-lama di sana karena ada destinasi lain yang tak kalah cantik yaitu Pasir Sanggalau.

pulau-derawan

Pasir Sanggalau

Wuihhh takjub banget deh dengan Pasir Sanggalau yang memang bikin galau soalnya putih bersih banget. Itu seperti berada di daerah yang antah berantah. Menurut Pak Hasan, saat sedang surut maka Pasir Sanggalau akan terlihat, namun ketika waktu pasang tiba maka akan tertutup dengan air laut.

Wah saya senang sekali berlama-lama di Pasir Sanggalau, sepertinya dari ujung kiri dan kanan tidak ada ujungnya, berupa pasir putih memanjang. Di sana kami melakukan foto beberapa kali lengkap dengan video. Saya sampai bingung mau ngapain lagi karena sampai pose tiduran juga sudah dilakukan.

pulau-derawan

pulau-derawan

Bukan Pak Hasan kalau tidak ada ide, dia menggali pasir berbentuk bintang dan meletakkan Go Pro di dalam lubang tersebut sehingga didapatkan frame berbentuk bintang. Kreatif!. Oh iya, saya memegang pasir di Pasir Sanggalau, saya pikir bentuk pasirnya sama seperti di pantai yang ada di Lombok berbentuk bulat seperti biji lada namun ukurannya lebih kecil. Tapi pasir di Sanggalau ini ternyata lebih halus dan lebih padat.

Kembali ke Derawan

Hari semakin sore, kami pun kembali ke Pulau Derawan. Sebelum itu kami diajak ke sebuah tempat semacam dermaga kecil untuk melihat ikan-ikan di sana. Banyak sekali ikan di bawah jembatan coklat dermaga tersebut. Sayang sekali saya tetap tidak berani menyelam apalagi saat itu air sudah mulai pasang.

pulau-derawan

Malam hari kami diajak untuk makan malam yang sudah disediakan oleh Pak Hasan dan keluarga. Rupanya begini suasana Pulau Derawan dikala malam hari, tidak terlalu ramai seperti tempat pada umumnya. Di kiri dan kanan sepanjang jalan terdapat tempat penyewaan peralatan snorkeling, penyewaan speed boat serta pernak-pernik untuk oleh-oleh.

Kami menghabiskan waktu malam itu dengan menikmati hidangan ikan laut bakar yang cukup nikmat. Bagi saya ikan itu cukup besar sehingga saya tidak bisa menghabiskan dalam satu porsi. Setelah semua kenyang makan malam, kami kembali ke penginapan masing-masing untuk beristirahat dan mempersiapkan diri melanjutkan petualangan keesokan harinya. Cerita petualangan di hari kedua di Pulau Derawan akan saya tulis pad apostingan selanjutnya ya.

 

Related Post

29 Comments

  1. Reply

    aku kira taman billy itu kek taman didaratan ternyata kudu menyelam yah kenapa mba ga nyelem hahaha
    keren banget y mba smg kesampean bisa kesini 🙏🏻
    sdh kuduga klo ke pulau kek gini pasti hidangannya jg seafood y mb. baiklah ditunggu next ceritanya

  2. Reply

    enak bener dah mbak kalau jalan-jalannya di sponsorin hehe, sini mau juga XD

    sempet ,baca tulisan ke derawan juga di blognya bang leon. seru banget!
    apalagi pas berkunjung ke gua yg didalem hutan & ada airnya yg bening banget itu *lupa sama nama gua-nya saya* hehe

  3. Reezumi

    Reply

    Wah seru banget perjalanan ke derawannya. Maen di Pasir Sanggalau itu kayaknya bikin betah deh.. Snorkling juga. Uwah .keren!!!

  4. Hadi Ruwadi

    Reply

    Assalamualaikum.
    Seru banget dari cerita yg mbak tuliskan saat perjalanan ke Pulau Derawan. Saya aja yg tinggal di balikpapan belum kesampaian buat ke Berau apalagi ke Pulau Derawan. hehe…
    Dari cerita teman2 saya yg sudah pernah berlibur ke Pulau Derawan memang akses jalan & sarana transportasi menuju Pulau Derawan sudah banyak mengalami perbaikan dari beberapa tahun yg lalu. Dan sekarang Pulau Derawan menjadi objek wisata utama di Kaltim.
    Semoga suatu saat nanti saya bisa berlibur kesana. aamiin… 😁

    • Reply

      Klo backpacker lebih murah sepertinya, ini lewat agent travel (karena hadiah) maksimal 5 juta klo gak salah, tapi udah semua termasuk tiket pesawat pp, penginapan, tiket wisata, speedboat dan makan

  5. Reply

    kok samaan aku juga taku laut he.. he..
    ada teman yang tinggal di Berau, ngajak kami trip ke sana, masih belum kesampaian aja

  6. Pingback: Jejak Kaki ke Pulau Derawan (2): Maratua-Goa Halo Tabung

  7. Pingback: Langkah Kaki ke Pulau Derawan: Pulau Kakaban-Sangalaki

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *