Transit di Malaysia Mampir ke Petronas

petronas-malaysia

Sewaktu ngebolang ke Jepang kemarin, saya dan teman menyempatkan diri untuk mengunjungi Petronas. Maklum, kami berdua sama-sama belum pernah ke Malaysia dan menginginkan kalau ke Malaysia ya sekalian pas transit saja bukan karena memang menjadwalkan khusus ke sana. Kami menggunakan penerbangan yang ada transitnya sekian jam sehingga bisa mampir dulu ke Petronas yang katanya kalau ke Malaysia baru sah jika sudah ke sana. Tetapi sebelum itu, saya cerita dulu ya flash back ketika menginap di Kuala Lumpur International Airport (KLIA).

Waktu itu saya dan teman berangkat dari Jakarta sekitar pukul 9 malam dari Terminal 3 Soeta. Cuaca saat itu sedang hujan tetapi tidak menyurutkan langkah kami yang hendak ngebolang, rasanya mau teriak: โ€œhoreee akhirnya ngebolang lagi!โ€.

Dari Jakarta, kami tiba di KLIA sekitar pukul 1 pagi. Kami langsung menuju ke ruang transit. Saat itu pertama kalinya saya dan teman melihat ternyata begitu banyak traveler dengan gaya backpacker yang bermalam di dalam KLIA.

Tempat pertama yang kami tuju saat itu adalah mushola dan toilet, soalnya kami memang belum shalat. Lalu kami mengisi air minum di tempat yang disediakan di dekat mushola. Setelah itu baru deh hunting lokasi untuk tidur sampai pagi. Awalnya saya mencari tempat di bawah tangga, tetapi ternyata sudah banyak traveler asing di sana. Setelah searching di sana-sini, kami mendapatkan tempat yang asik untuk mojok di depan penukaran uang asing.

Kami membuat border dengan menggunakan tas serta koper sebagai penghalang, lalu kami langsung terlelap beberapa jam hingga tiba serombongan keluarga besar yang turut serta ikut di tempat kami tidur. Cukup terganggu sih, tetapi karena memang sedang ngantuk berat, akhirnya kami tidur lagi.

Pagi haripun tiba, kami langsung bebersih dan shalat. Tadinya saya pingin mandi, tetapi kok ya ribet sekali, akhirnya pasrah saja deh dengan touch up seadanya sudah membuat saya terlihat seperti mandi hehe.

Setelah itu saya dan teman membuka bekal sarapan kami berupa mie instant cup yang sudah diseduh dengan air panas. Lumayan kan jadi mengurangi beban barang bawaan. Nanti sebelum terbang ke Jepang, kami baru akan naik ke atas ke arah food court untuk membeli makanan di KLIA.

KLIA-malaysia

Perut sudah terisi, saya dan teman langsung menuju ke gerbang imigrasi untuk keluar sebentar menuju Kuala Lumpur Centre (KL Centre). Di sana kami ingin berfoto di depan Petronas. Katanya dari KLIA, cukup naik KLIA Express saja ke KL Centre. Sayangnya saya dan teman saat itu agak kecewa terhadap pelayanan dari petugas inigrasi Malaysia yang kurang ramah. Hal tersebut juga dirasakan oleh wisatawan lainnya. Pelayananan saat itu sangat lambat sehingga terjadi penumpukan. Dari situ saya dan teman sepakat sepertinya kami agak malas kalau sengaja ke Malaysia, paling hanya untuk transit saja.

KLIA-malaysia

Akhirnya setelah lebih dari satu jam mengantri di gerbang imigrasi, kami berdua segera menuju ke loket pembelian kartu KLIA Express. Hampir saja kami tertinggal dengan jadwal kereta yang paling awal soalnya kami memang berburu waktu mengingat jam 3 sore sudah terbang ke Jepang.

Kami hanya menunggu sekian menit saja di peron KLIA Express yang saat itu agak sepi penumpang *wisatawan yang tadi bareng kami pada ke mana ya?. Terlihat tanda larangan merokok di sekitar peron yang cukup besar, pantas saja tidak ada perokok di sekitar kami duduk meski udara saat itu cukup panas.

Tak berapa lama, kereta yang ditunggu datang juga. Kami berdua langsung naik, lalu meletakkan koper di tempat penyimpanan, dan langsung duduk di dekatnya secara berhadapan. Wah saya senang banget duduk di KLIA Express, keretanya bersih, wangi, dan sejuk. Lumayan deh tubuh jadi segar kembali.

KL-express

KL-express

Saat kereta berjalan, tersaji hamparan kebun kelapa sawit dari arah airport. Dalam hati saya nyeletuk, ini sih sama dengan di Indonesia *ya iyalah Ev. Baru kemudian terlihat landscape kota yang dihiasi dengan gedung bertingkat. Bedanya di sana jarang kendaraan sehingga tidak macet, namun saya rasa dari segi cuaca sama saja, cukup panas juga di Malaysia.

KL-express

Kemudian kami akhirnya tiba di stasiun KL centre. Saya pikir dari sini tinggal jalan saja menuju Petronas, tetapi ternyata kami harus naik kereta sekali lagi menuju stasiun KLCC. Untuk menuju ke sana, kami harus membeli tiket yang bentuknya koin biru, saya agak lupa berapa harganya tetapi cukup murah karena saya harus menukarkan uang RM ke dalam bentuk kecil. Setelah itu kami langsung naik kereta lagi menuju KLCC.

Sesampainya di KLCC, kami cukup jalan kaki saja untuk menuju petronas. Sepertinya hanya kami, dua orang turis yang membawa koper ketika ke Petronas. Cuaca saat itu cukup panas, terbayang dong ya bagaimana rasanya berjalan kaki sambil membawa koper.

Tetapi semua lelah itu terbayarkan setelah melihat gedung Petronas di depan mata. โ€œOh ini tho gedung yang ada di Instragram ituโ€ ceteluk saya dalam hati. Tak perlu mengambil banyak gaya, kami berdua langsung mengabadikan diri di sana, megingat orang lain juga melakukan hal yang sama.

petronas petronas

Puas berfoto ke destinasi wajib jika mengunjungi Malaysia, kami berdua langsung bergegas kembali menuju KLIA mengingat waktu sudah semakin siang sehingga kami harus bergegas menuju destinasi yang sesungguhnya yaitu ke Jepang.

Pengalaman berharga sekali ketika transit di Malaysia, nanti kalau backpacekran lagi dan mendapat tempat transit di Malaysia, saya sudah tau harus bagaimana dan ke mana. Semoga bermanfaat ya.

16 Comments

  1. Reply

    Kemarin pengalaman transit 6 jam tapi ga berani keluar bandara. Ternyata boleh ya. Baru tahu. Thanks sharingnya…

  2. Reply

    Berkat keunikan bentuk dan ketinggiannya gedung Petronas jadi ikonik Malaysia.
    Semoga Indonesia juga punya bangunan gedung pencakar langit yang juga unik bentuknya, ya

  3. Reply

    Apa karena dini hari ya mba jadi petugasnya kurang ramah. Tapi mau jam berapapun mestinya gak gitu ya.. Lumayan juga ya mba
    waktu transitnya jadi bisa sekalian plesir ke KL.. ๐Ÿ™‚

  4. PutuEkaJalanJalan.com

    Reply

    Gedung kembar ini memang bikin iri, kapan indonesia punya gedung yang iconik begini

  5. Reply

    iya mbak, katanya sih belum afdol kalo blum foto di petronas, ya daku ikut2an juga biar kayak orang-orang hehehe

  6. Reply

    wih, bener-bener manfaatin waktu ya mbak Ev.
    itu imigrasi gak nyantai banget, sampe 1 jam lebih antrinya ๐Ÿ˜€
    aku jadi inget pas pertama kali ke Malay di 2015 lalu, aku juga sempat foto dengan latar belakang Petronas hihi jadi mau balik lg nih >.<

    • Reply

      aku paling balik lagi kalau transit, kalau bener2 jalan ke malaysia pakai uang sendiri rada mikir-mikir gegara petugas imigrasinya kurang ramah

  7. Reply

    Di antara semua petugas imigrasi, aku merasa imigrasi malaysia itu kurang ramah memang.. Tp aku beberapa kali dpt yg suka flirting juga. Jd sering deg deg an kalo udh lwtin imigrasi ini. Padahal aku 4 thn sekolah di sanapun, ttp aja worried kalo udh landing. Dpat tipe yg gimana lagi nih -_-..

    • Reply

      iya gara2 kurang ramahnya mereka, teman saya gak mau balik lagi ke malaysia kalau sengaja buat jalan2, paling klo transit bolehlah tengok negerinya upin ipin ๐Ÿ˜€

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *