Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pesan Tiket Kereta Api Dulu vs. Sekarang, Terasa Bedanya?

Masa depan, siapa yang tahu? Nggak ada yang pernah membayangkan belanja atau memantau kemacetan secara langsung di komputer atau smartphone saja. Dengan berkembangnya teknologi internet, kehidupan seperti berubah semakin mudah dan cepat. Bahkan untuk beli tiket kereta api saja kini ‘semudah membalikkan telapak tangan.’

Bisa dibilang, jaman ini adalah jaman yang bikin hidup jadi lebih menyenangkan. Salah satu yang diuntungkan dengan berkembangnya teknologi internet ini adalah para pecinta traveling. Nggak hanya urusan beli tiket kereta saja, memenuhi kebutuhan dan perlengkapan petualangan pun juga sangat mudah karena bisa didapatkan secara online. Sebuah perubahan yang sangat nyata dan bisa dilakukan lewat dunia maya.

Tahukah kamu bedanya beli tiket kereta api jaman dulu dengan sekarang?

Kereta Jaman Dulu

sumber:beritatrans.com

Kereta api jaman dahulu selalu digambarkan dengan kebersahajaan. Sebuah sarana transportasi yang bisa dijangkau oleh siapa saja. Bahkan saking sederhananya, jumlah penumpang seperti nggak ada limit-nya, meski jumlah gerbong dan tempat duduknya justru terbatas. Seberapa pun panjang antrean penumpang, mereka akan mendapatkannya. Dan faktanya, antrean selalu mengular untuk rute-rute favorit. Mereka yang beli tiket harus rela berbaris selama bermenit-menit, atau bahkan jam demi mendapatkan selembar tiket.

Begitu dapat tiket, apakah perjuangan sudah berakhir? Ternyata belum. Naik kereta api berarti harus siap menerima kenyataan bahwa tempat duduk pesananmu sudah diambil orang. Kecuali kamu naik dari stasiun keberangkatan kereta tersebut. Risikonya, kalau nggak dapat tempat duduk harus rela berdiri, atau ikhlas duduk di daerah pintu gerbong kereta hingga sampai tujuan.

sumber:tengakarta.wordpress.com

Mau dapat tiket dengan mudah? Bisa, kok. Nggak perlu antri, cukup cari para calo yang sudah memborong tiketnya sejak awal. Soal harga, sudah pasti bikin pusing karena lebih tinggi daripada beli di loket resmi stasiun. Tapi demi bisa pergi naik kereta api, apalah daya, akhirnya minta bantuan calo jua.

Jaman dulu, benar-benar sebuah perjuangan demi mendapatkan selembar kertas tebal berwarna hijau kekuningan. Pengalaman ini pasti nggak akan bisa dilupakan oleh para generasi milenial. Mereka yang sudah berusia di atas 30 tahun dan pernah diajak orang tuanya naik kereta api.

Baca juga : Sebuah Kebahagiaan di Commuter Line-Gong Yoo

Kereta Jaman Sekarang

sumber:aktual.com

sumber:aktual.com

Beruntung, PT Kereta Api mau mengikuti perkembangan jaman. Berbagai inovasi diterapkan demi memudahkan konsumen dalam mendapatkan kenyamanan saat naik kereta api. Nggak hanya interior gerbong dan batasan jumlah penumpang saja, kemudahan juga bakal kamu dapatkan saat beli tiket kereta.

Nggak perlu lagi berpanas-panas, antri demi tiket kereta api. Kini kamu bisa mendapatkannya dengan mudah dengan mengakses aplikasi booking tiket terbaik di Indonesia, Traveloka. Tinggal aktifkan smartphone dan ketuk ikon Traveloka, kemudian pilih menu pembelian tiket kereta api setelah sebelumnya menentukan stasiun keberangkatan dan tujuan.

Cara pembayaran tiket pun juga lebih mudah karena Traveloka bekerja sama dengan bank-bank dan minimarket Indonesia. Tinggal pilih metode pembayaran termudah yang bisa kamu lakukan, kemudian lakukan pembayaran.

Kemudahan ini bisa kamu dapatkan karena sistem pembelian tiket kereta api Traveloka didesain khusus agar bisa terhubung secara langsung dengan PT KAI. Pembeli tiket juga akan dibantu dalam proses check-in, hanya dengan pemindaian barcode di tiket di fasilitas cetak mandiri yang ada di stasiun-stasiun kereta api.

Sudah tahu bedanya beli tiket kereta jaman dulu dan sekarang, kan? Bersyukurlah karena hidup di jaman yang serba mudah. Pakai selalu Traveloka untuk booking tiket kereta kamu.

Related Post