Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Cerita si Anker yang Hobi Naik Kereta

kereta-api

Anker, anak kereta.

Ansol, anak solar, sebutan bagi mereka yang pulang pergi naik bus setiap harinya.

Begitulah dua penamaan terhadap kami yang gemar naik transportasi umum di zaman dulu saat saya masih SMA. Saat itu hampir setiap hari saya pergi pulang ke sekolah menggunakan kereta, maka teman-teman menysebut saya sebagai si anker. Sedangkan untuk teman-teman yang naik bus, disebut sebagai si ansol lantaran si bus senang mengkonsumsi solar.

Kegemaran saya naik kereta masih berlanjut hingga saat ini. Tidak hanya untuk pergi sekolah di zaman dulu, saat saya pergi bekerja juga masih menggunakan kereta apabila sedang tidak membawa kendaaran sendiri.

Ada beberapa alasan yang membuat saya menyenangi naik kereta, di antaranya adalah:

  1. Waktu tempuh lebih cepat karena jalan kereta bebas hambatan sehingga tidak terkena macet

Kalau naik kendaraan lain seperti mobil, motor, angkot, bus, dan lain-lain pasti ada masanya terkena rambu lalu lintas sehingga harus berhenti terlebih dahulu. Tentu itu akan memakan waktu, apalagi kondisi di Bogor saat ini sudah penuh dengan kendaraan, jadi saya akan berpikir dua kali jika naik kendaraan lain di luar kereta. kereta-api

  1. Merasa lebih aman dibanding transportasi lainnya

Bagi saya naik kereta itu terasa lebih aman dibandingkan naik transportasi lain meskipun yang namanya umur serta takdir sudah ditentukan oleh Sang Maha Kuasa. Aman di sini dalam arti terhindar dari salip menyalip kendaraan yang dapat menyebabkan kecelakaan. InsyaaAllah kalau kereta sudah terarur lantaran terpantau melalui sinyal yang diberikan.

  1. Lebih nyaman meski tidak mendapatkan duduk

Nyaman dalam arti terhindar dari polusi bila dibandingkan dengan transportasi umum lainnya. Hampir di setiap stasiun dan di dalam gerbong tidak diperbolehkan adanya asap rokok sehingga terhindar dari polusi asap tersebut. Bahkan jauh dari asap kendaraan yang menghasilkan polusi timbal. kereta-api

  1. Lebih bebas untuk menggerakkan tubuh

Ini maksudnya untuk kereta jarak jauh. Jika sudah bosan di tempat duduk atau bosan karena duduk terlalu lama, maka penumpang dapat berjalan-jalan di gerbong, atau berganti suasana ke restorasi sehingga tidak bosan di dalam perjalanan.

  1. Lebih ramah untuk jalan bareng bersama keluarga atau rombongan teman

Kereta menjadi pilihan saya dan keluarga besar apabila hendak jalan bareng ke tempat yang lebih jauh dari tempat tinggal. Contohnya saat pulang kampung seperti lebaran di tahun 2016 lalu ke Semarang. Kami sekeluarga sengaja naik kereta bersama-sama untuk memudahkan mobilitasi dan memberikan kenyamanan bagi anak-anak. Lagi pula naik kereta bareng-bareng itu lebih asik, rasanya rame dan menyenangkan.

Begitu juga ketika bersama rombongan teman-teman. Naik kereta bersama rombongan teman-teman itu menyenangkan. Kami dapat bercerita guna melepas kebosanan. Itulah yang kami rasakan saat dulu naik kereta ke Malang ketika hendak naik ke Gunung Merbabu.

Tentu masih ada manfaat lainnya mengapa kereta bisa menjadi pilihan ketika bepergian.

Nah, saking hobinya naik kereta, saya sudah mencoba beberapa kereta di sekitaran pulau Jawa terutama Jabodetabek di antaranya adalah:

  1. Kereta listrik

Commuter line juga pakai listrik ev. Maksudnya ini adalah kereta listrik zaman dulu saat saya masih ke sekolah naik kereta. Kereta ini ada sebelum hadirnya kereta commuter line. Meski harus berdesak-desakan saat naik kereta ini, saya tetap menyukainya karena memang tidak ada pilihan transportasi lain yang lebih cepat. Sayangnya kereta ini sekarang terbengkalai begitu saja di Stasiun Karawang karena sudah tidak digunakan.

  1. Commuter Line

Bagi Anker Jabodetabek pasti sudah tidak asing dengan kereta yang satu ini. Kereta ini menjadi transportasi favorit saya untuk bekerja ketika sedang tidak membawa motor. Naik kereta Commuter Line itu menyenangkan karena nyaman, cepat, dan unitnya cukup banyak sehingga penumpang tidak menunggu lama ketika sudah berada di stasiun. commuter-line

  1. Kereta jarak jauh ekonomi

Masih merasakan naik kereta ekonomi antar provinsi yang penumpangnya sampai tidur di lantai? S

aya masih merasakan dong di zaman dulu banget sewaktu masih bekerja di Jawa Timur. Lalu lama-kelamaan kereta api berbenah, meski kelas ekonomi tetapi fasilitasnya nyaman dan tidak ada cerita lagi tentang penumpang yang tidur di bawah. Terakhir naik kereta ekonomi sewaktu saya dengan teman-teman Tim Elang naik kereta ke Malang untuk berangkat ke Semeru. Saat itu di gerbong kami semuanya hampir berisi para pendaki sehingga membuat suasana cukup meriah.

kereta-api

Naik kereta bersama-sama teman pendaki

  1. Kereta jarak jauh bisnis

kereta-api-agro-parahyangan

kereta api agro parahyangan kelas bisnis

Untuk kereta kelas bisnis, saya sudah mencobanya ketika mudik ke Semarang dan jalan-jalan bersama keluarga ke Kediri. Kereta bisnis lebih enak lagi fasilitasnya di banding kelas ekonomi. Kalau di kelas ekonomi, bangkunya masih berhadap-hadapan, sementara di kelas bisnis bangkunya tidak berhadap-hadapan. Hanya saja posisi bangku tegak lurus sehingga cukup pegal juga ketika menggunakan kelas ekonomi untuk jarak jauh. Namun kalau naik kereta apinya bersama-sama, rasa pegal jadi terlupakan.

  1. Kereta jarak jauh eksekutif

Saya hanya beberapa kali naik kereta kelas eksekutif. Dulu sering berlangganan eksekutif Bangun Karta jurusan Senen-Jombang (CMIIW, agak lupa soalnya) sewaktu masih bekerja di Jawa Timur. Nah bulan Oktober 2018 lalu, saya mencoba naik kereta eksekutif lagi ketika berangkat ke Bandung. Itu pertama kalinya saya naik kereta ke Bandung. Soalnya kalau ke Bandung lebih sering menggunakan travel. Dan ternyata keputusan saya untuk naik kereta ke Bandung membuahkan hasil berkat suguhan pemandangan indah di kiri dan kanan kereta. kereta-api-agro-parahyangan

Tidak hanya di dalam negeri, apabila ada rezeki saat berkunjung ke luar negeri, saya juga penasaran ingin menjajal kereta di negara lain. Seperti saat berada di Singapore dan Jepang beberapa waktu yang lalu. Sayangnya saat berada di Beijing dan Korea belum sempat menjajal fasilitas keretanya.

Nah, teman-teman ada rencana bepergian naik kereta juga? Cobain deh bagaimana asiknya naik kereta. Apalagi saat ini kalau mau membeli tiket kereta cukup mudah, tidak perlu antri seperti dulu.

Saya kalau mau membeli tiket kereta api cukup memesan secara online saja, seperti saat memesan tiket kereta api ke Bandung di Pegipegi.com. Saya cukup memasukkan lokasi yang dituju, lalu memesan tiketnya saat itu juga.pegi-pegi

Ngomong-ngomong saya dan keluarga kecil ada rencana ngebolang lagi ke suatu tempat. Inginnya sih naik kereta lagi untuk memudahkan mobilisasi. Semoga rencana kami dapat terlaksana, apalagi sebentar lagi musim libur tiba. Sebaiknya pesan tiket kereta sejak jauh hari agar tidak kehabisan. Selamat mencoba.

Related Post

4 Comments

  1. Reply

    Seru khan jadi anker hahaha, aku sekarang mah udah bunker, bunda2 naik kereta xixixi. Aku tuh cinta banget deh sama kereta, selain memang punya banyak kelebihan kek yang Ev tulis, kereta itu juga buatku romantis euy

  2. Reply

    Iya banget. Pakai kereta kerasa lebih aman. Dari segi salip-salipan ataupun keamanan dari kejahatan. Walau nggak 100% aman, setidaknya ada petugas yang bisa diminta bantuan.

  3. Reply

    waktu kuliah seneng nek kereta argo bandung jkt. udah jadi emak mah krl jabodetabek aja akuh binung, takut turunnya kelewat hehe
    jadi pengen naek kereta, yang jauhan tapi… tut tut tuutt

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *