Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Jalan-Jalan Singkat ke Salatiga

jalan_jalan_ke_salatigaJalan-jalan singkat ke Salatiga sebenarnya memang tidak direncanakan karena tujuan utamanya memang hanya ingin pulang kampung dan mampir ke Dieng. Saat itu saya dan keluarga masih memiliki sisa satu hari sebelum pulang ke Jakarta pada malam harinya. Ya sudah, akhirnya kami coba jalan-jalan saja di sekitar Kota Salatiga meskipun bingung ada apa di sana.

Jujur saja, saya sudah tau kalau Kota Salatiga itu pasti sepi. Mall yang ada juga kecil tidak sebesar mall di kota lainnya. Tetapi karena geje alias gak jelas mau ngapain seharian itu, akhirnya kami memutuskan untuk berangkat ke Salatiga juga.

Awalnya kami naik kendaraan online untuk menuju ke sana. Ternyata kami salah menentukan tujuan. Beruntung drivernya mau mengoreksi sehingga kami bisa menuju ke tempat yang lumayan lah buat ngisi waktu.

Memangnya pada pergi ke mana? Tidak jauh sih, hanya ke sekitaran Pasar Salatiga saja. Katanya di situ ada kuliner Sate Sapi Suruh yang memang terkenal di Salatiga. Akhirnya kami pergi ke sana saja karena kebetulan jam makan siang sudah tiba.

Sate Sapi Suruh Salatiga

sate_sapi_suruh_salatiga

Sate Sapi Suruh Salatiga

Menurut si mbah (nenek dalam bahasa jawa) Sate Sapi Suruh di Pasar Salatiga ini enak. Saya dan keluarga jadi penasaran ingin mencoba. Kami tiba di sana sekitar pukul 11 siang sebelum jam makan siang orang-orang kantor. Saat itu kondisi di Sate Sapi Suruh masih agak sepi sehingga kami bebas ingin duduk di bangku sebelah mana. Namun makin menjelang siang, tempat makan ini menjadi agak ramai.

Kami memesan yang memang menjadi makanan favorit di sini yaitu sate sapi dan sate ayam ditemani dengan potongan lontong. Soalnya kalau pakai nasi putih pasti kenyang banget, jadi kami memilih lontong untuk teman makan sate.

Harga satu porsi sate sapi saat itu Rp. 34.000,- sementara sate ayamnya Rp. 28.000,-. Sate yang kami pesan dating tidak terlalu lama dari waktu pemesanan dan kamipun langsung mencoba kedua jenis sate tersebut.

sate_sapi_suruh_salatiga

Kiri: sate sapi, kanan: sate ayam

Kalau dari segi kematangan dan rasa daging, menurut saya baik sate sapi maupun sate ayamnya cukup enak. Dagingnya empuk meski bumbunya agak kurang kerasa. Nah, yang saya sayangkan adalah sambal kacangnya.

Ternyata sambal kacang untuk kedua sate Suruh ini sangat berbeda dengan sambal kacang sate di Jawa Barat. Menurut saya, sambal kacangnya menggunakan sambal pecel yang biasa dijual di warung-warung dalam bentuk instant. Rasanya kentara banget seperti itu, seperti sambal pecal yang dijual bungkusan.

Sambal kacangnya juga terlalu manis menurut saya sehingga membuat rasa aneh ketika memakan sate meski masih ada rasa pedasnya juga. Maklumlah ya, ini kan di Jawa Tengah yang mayoritas makanan dan minumannya serba manis. Meski begitu, kami berusaha untuk menghabiskan kedua jenis Sate Suruh tersebut.

beras_kencur

beras kencur

Untuk minuman, kami memesan es beras kencur dengan harga Rp. 7500,- yang memang jarang ada di rumah makan di Jawa Barat. Nah ini yang menurut saya ketuker dengan makanan, sebab es beras kencur malah rasanya kurang manis. Aroma jamu lebih kentara di minuman tersebut sehingga saat saya mencoba pertama kali langsung kaget karena berbeda sekali dengan beras kencur yang dijual si mbok jamu di Jawa Barat.

Rasanya kami cukup sekali deh mencoba Sate Suruh, terus terang saja lidahnya kurang cocok dengan kuliner tersebut. Kamipun tidak terlalu lama berada di sana dan memutuskan untuk langsung pulang saja mengistirahatkan diri di rumah mbah sebelum kembali ke Jakarta.

Oh iya, kami pulangnya naik delman dari pasar menuju rumah, seru juga ternyata. Memang benar-benar liburan serba geje, singkat, dan tak terlalu padat ke Salatiga. Next time kalau pulang kampung lagi ke sana, perlu direncanakan dengan seksama.

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *