Terpukau Keindahan Papua di Teater IMAX Keong Emas

teater-imax-keong-emas

Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan untuk mengunjungi Teater IMAX Keong Emas di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Kunjungan kali ini dalam rangka mendampingi jagoan neon yang saat itu sedang mengikuti Porseni TK di TMII. Setelah kegiatan Porseni selesai, anak-anak diajak untuk melihat film yang ditayangkan di Teater IMAX Keong Emas. Mereka begitu antusias, termasuk saya yang memang belum pernah masuk ke dalam Keong Emas meskipun sudah dua kali mengunjungi TMII.

Setelah dibagikan tiket untuk orang tua dan anak oleh para guru, saya dengan rombongan orang tua murid dan anak langsung mengantri untuk masuk ke dalam Keong Emas. Kami lumayan menunggu lama di jalur antrian karena peserta yang ingin menonton cukup banyak. Harga tiketnya sendiri sebesar Rp. 35.000,-/orang untuk umum, namun jika ingin menonton di area VIP atau Balkon maka akan dikenakan biaya sebesar Rp. 75.000,-/orang.

Setelah pintu masuk di buka, kami masih harus menunggu di depan teater karena pemutaran film kloter sebelumnya sedang berlangsung. Mungkin karena pengunjung saat itu cukup banyak, suasana jadi terasa cukup panas apalagi saat itu tidak jadi hujan meskipun langit terlihat mendung.

teater-imax-keong-emas

Akhirnya waktu bagi kloter kami untuk masuk ke dalam teater telah tiba, seperti apa ya bentuk teaternya.

Megahnya Teater IMAX Keong Emas

Ketika pintu masuk di buka, kami langsung menuju lorong untuk masuk ke dalam teater. Ada dua lorong yang dibuka, kiri dan kanan. Lorong di sebelah kiri yang saya masuki ternyata menuju ke bawah ke deretan tempat duduk yang berada di bawah. Sementara lorong yang di kanan sepertinya untuk menuju arah sebaliknya yaitu deretan tempat duduk atas. Karena sudah terlanjur masuk ke lorong ini, saya dan para orang tua lainnya langsung menuju tempat duduk yang berada di bagian bawah.

Menurut petugas, sebaiknya para penonton mengisi kursi berwarna biru dulu, karena kursi ini berada di tengah sehingga pas dengan layar. Baru kemudian jika kursi biru telah terisi, dapat mengisi kursi merah yang letaknya menyebar.

teater-imax-keong-emas

teater-imax-keong-emas

Saya terpukau dengan Teater IMAX Keong Emas ini karena bentuk layarnya yang besar dan megah disertai dengan deretan bangku penonton yang sangat banyak. Saya mengatakan sangat banyak karena apabila dibandingkan dengan bangku penonton di bioskop jelas jauh berbeda. Apalagi ketika film telah diputar, seperti ada efek kita jadi ikut berada di dalamnya karena gambar dan suara yang begitu jernih.

Berkat itu, saya jadi semakin terpukau dengan keindahan Papua yang digambarkan dalam film berjudul Journey to The South Pacific.

Journey to The South Pacific

Berdasarkan keterangan dari website Teater Keong Emas Journey to the South Pacific merupakan film yang mengisahkan tentang keindahan alam Papua khususnya Kepulauan Raja Ampat. Film ini diproduksi oleh Mac Gillivray Freeman Films bersama dengan IMAX Entertainment dan disutradarai oleh Greg MacGillivray. Film ini keren lho karena bertindak sebagai narator adalah aktris pemenang Academy Awards, Cate Blanchett. Pantas saja, saya merasa agak kenal dengan namanya, ternyata benar seorang aktris sebagai naratornya.

teater-imax-keong-emas

Pada awal diputarnya film ini, saya terpukau dengan keindahan alam Raja Ampat mulai dari letak geografis alamnya hingga penduduk lokal yang sangat Indonesia. Film ini mengajarkan betapa pentingnya hidup dalam keseimbangan dengan laut dan alam sebagai rumah bagi kehidupan. Saya sangat kagum dengan kehidupan anak-anak pantai yang terlihat harmonis dengan alam. Mereka memperlihatkan bahwa alam yang tersaji di dalamnya merupakan rumah yang harus dijaga dan disayangi.

Film ini berhasil membawa para penonton ke dalam sebuah perjalanan bawah laut yang sangat eksotis karena di dalamnya terdapat beraneka ragam flora dan fauna laut. Diantaranya adalah hiu, paus, penyu, ikan pari, dan makhluk ikonik laut lainnya. Papua menjadi rumah bagi lebih dari 2.000 spesies laut dan memiliki ekosistem laut yang paling beragam di bumi. Kepulauan Raja Ampat adalah salah satu surga kehidupan bawah laut dunia yang masih tersisa. Tak kurang dari 1300 jenis ikan hidup diantara 75% terumbu karang dunia yang ada di tempat ini. Di sana, dihuni oleh 5 spesies penyu laut, 57 spesies udang mantis, 13 spesies mamalia laut dan 27 spesies ikan yang hanya bisa dijumpai di Tanah Papua.

teater-imax-keong-emas

Dalam film ini dikisahkan tentang Kapal Kalabia yang merupakan sekolah terapung bagi anak-anak pantai di Papua. Kalabia selalu bergerak ke beberapa pulau untuk mengajarkan kepada anak-anak akan pentingnya pelestarian ekosistem laut. Setiap kali kapal ini bersandar, selalu disambut antusias oleh anak-anak karena mereka mengajarkan dengan memakai lagu dan permainan.

teater-imax-keong-emas

Kapal Kalabia

teater-imax-keong-emas

Ada salah satu pelajaran yang diberikan dalam bentuk karya wisata di mana anak-anak diajak bermain sambil bersnorkeling ria untuk melihat terumbu karang. Anak-anak diberikan pengetahuan bahwa keragaman terumbu karang yang sehat menjadi tempat bergantungnya ikan-ikan. Begitupun dengan terumbu karang sendiri, mereka memakan hewan kecil dan tanaman bernama plankton yang terbawa arus.

Di film ini saya diperlihatkan bahwa cara terumbu karang memakan planton seperti tangan manusia yang meraih-raih makanan. Kita patut bersyukur karena ternyata di Papua khususnya Raja Ampat menjadi tempat pertukaran arus sehingga banyak memberikan nutrisi bergizi bagi penduduk bawah laut. Itu sebabnya mengapa dunia bawah lalut Papua sangat indah dan subur karena didukung juga dengan nutrisi yang melimpah.

teater-imax-keong-emas

Sayangnya tidak semua orang paham betul tentang kelestarian ekosistem laut. Ada saja pihak yang mengambil jalan pintas dengan melakukan pengeboman untuk menangkap ikan. Kalau sudah begini terumbu karang akan rusak sehingga tidak ada tempat bagi ikan dan hewan laut lainnya untuk mencari makan. Beruntung patroli laut selalu sigap untuk menangkap tangan-tangan jahil yang merusak laut. Mereka langsung diadili saat itu juga di atas kapal yang berpatroli.

Saya jadi ingat ketika mengikuti pemberian donasi untuk pelestarian Penyu beberapa waktu yang lalu. WWF Indonesia yang saat itu menerima donasi dari BCA menyebutkan bahwa salah satu kekayaan alam di Papua adalah Penyu Belimbing yang jumlahnya makin punah. Di film ini juga digambarkan sosok penyu yang terlihat berenang di tempat terumbu karang yang rusak sehingga dia kebingungan ketika mencari makan. Padahal penyu bergantung hidupnya dari terumbu karang sebagai sumber makanan. Semoga tidak ada lagi tangan-tangan jail yang dapat merusak ekosistem laut sehingga kekayaan laut Indonesia tetap terjaga. Aamiin.

teater-imax-keong-emas

Terumbu karang yang rusak

Journey to the South Pacific yang diputar di Teater IMAX Keong Emas mengajarkan kepada saya banyak hal. Pertama rasa syukur karena terlahir di Indonesia, sebuah negara yang dianugerahi kekayaan alam baik di daratan maupun lautan. Kedua, mengajarkan kepada kita untuk hidup harmoni dengan alam, jika kita memperlakukan alam dengan baik maka dia juga akan memberikan hasil yang baik juga. Ketiga, diperlukan uluran tangan bersama untuk membantu generasi penerus bangsa agar mereka terdidik menjadi pribadi yang menghargai pemberian Tuhan dengan menjaga alam untuk terus lestari.

Senang sekali rasanya dapat merasakan keindahan Papua meskipun hanya melalui layar di Teater IMAX Keong Emas saja. Saya sudah lama sekali belum ke pantai lagi. Terakhir hanya ke Pantai Semeti saja yang ada di Lombok. Semoga nanti kita semua memiliki kesempatan untuk mengunjungi keeksotisan alam Papua dan berjumpa dengan saudara-saudara di sana ya. Aamiin.

23 Comments

  1. ferna anindhita

    Reply

    Baru ngeh selama 7 th tgl d jkt blm pnh msk keong emas. Ke tmii nya sih ud bbrp x tp nth kenapa ga msk ke wahana keong emasnya. Ntr kpn ke sana lg mau aah masuk keong emas. Makasih sdh berbagi yaaa

  2. Reply

    ya ampuuun keong mas…. udh lama bgt ya ini… dan aku sampe skr blm prnh kesana -__-.. udh brp thn di jkarta padahal.. dulu pas msh di aceh, srg dengar ttg keong mas, apalagi dulu banyak acara2 anak2 yg dimainkan di sana mbak.. eh, pas udh di jkt, malah ga sempet2 mulu mw kesana -__-.. pgn ajak anakku… dia seneng bgt nonton film soalnya

    • evventure

      Reply

      ayo mbak fanny cobain deh ke keong emas, tapi jangan pas liburan coz ngantrinya lumayan

  3. Masirwin

    Reply

    Baru 1 Kali doang ke TMII dan lum pernah masuk Keong Emas,, dulu ditakutin sama temen,, katanya dalemnya itu rumah hantu hahaha

  4. my explore

    Reply

    pengen juga pergi kesana rame-rame biar lebih seru, tapi dengan siapa ya, habis jauh harus menyediakan waktu khusus

Leave a Reply to ferna anindhita Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *