Petualangan ke Korea Selatan (2): Nami Island

nami-island

Yeayyy sekarang saya akan bercerita tentang perjalanan menuju Nami Island. Setelah kemarin tiba di Incheon, rombongan kami langsung diantar menuju Nami Island dengan menggunakan bus. Bus besar itu hanya berisi 13 orang, jadi luar biasa lega deh bisa tidur-tiduran. Eh kalau tidur mending di Indonesia aja, masa jauh-jauh ke Korea Selatan malah tidur di jalan hehe.

Perjalanan dari Incheon menuju Nami Island memakan waktu sekitar 2 jam lamanya melalui jalan tol. Nah selama dalam perjalanan di tol, seluruh penumpang harus menggunakan sabuk pengaman (seluruh bangku di dalam bus ada sabuk pengamannya lho). Di kiri-kanan jalan terlihat hamparan landscape berupa perbukitan, dataran dan sungai. Sayangnya karena ini sedang peralihan ke musim semi, maka dedaunan belum tumbuh sehingga tampak landscape hanya berwarna coklat. Sungai di sekitar jalan juga mengering dan akan mulai ada lagi nanti ketika musim panas saat salju mencair. CMIIW.

Nah, saya melihat banyak sekali rumah plastik hitam pada lahan-lahan yang berwarna coklat itu. Tau tidak teman-teman, ternyata itu merupakan rumah bagi sayuran dan sebagian juga untuk gingseng. Sayuran harus tersedia sepanjang tahun, namun karena di Korea Selatan itu 4 musim jadi tidak memungkinkan bagi sayuran untuk tumbuh terus-menerus sehingga dibuatlah rumah plastik. Untuk padi sendiri hanya dapat tumbuh sekali dalam satu tahun yaitu pada saat menuju musim panas di mana memang cocok untuk budidaya padi. Mengenai pengetahuan tentang budidaya tanaman di Korea Selatan akan saya jabarkan di blog evrinasp.com saja ya.

nami-island

Tak berapa lama akhirnya kami sampai juga di pintu gerbang menuju Nami Island. Tetapi kami tidak langsung menuju ke sana. Mr. Rio mengatakan bahwa kami harus makan siang dulu. Kami akan makan siang di sebuah restoran yang ada di dekat parkiran. Makan siang kami adalah berupa daging ayam bakar yang dalam bahasa Korea disebut sebagai Takalbi.

Nikmatnya Takalbi di Nami Island

Entah ini karena memang lapar atau memang enak, yang jelas saya lahap sekali menikmati Takalbi. Menurut saya memang enak, andai waktu itu perut dapat menampung banyak sepertinya saya bakalan nambah lagi. Soalnya Mr. Rio dan pelayan restoran bertanya terus apakah mau menambah atau tidak.

nami-island

Takalbi terbuat dari daging ayam yang sudah dibumbui. Bumbunya terasa pedas dan gurih seperti ayam bakar bumbu rendang gitu. Daging ayam dipotong-potong kecil lalu di bakar secara langsung di atas panggangan yang ada di meja. Selain ada daging ayam, juga ada jamur yang juga turut di bakar.

takalbi

takalbi

Nah, cara memakannya adalah dengan meletakkan daging ayam bakar di atas daun selada, ditambah kimchi, jamur, sambal Korea dan lobak. Lalu gulung daun tersebut dan di makan langsung. Kalau yang sering melihat K-Drama pasti tau ya cara memakannya dan orang Korea bisa langsung menghabiskan dalam satu suap lho. Waktu itu saya tidak sanggup jika harus memakan dalam satu suap, sehingga saya dapat menghabiskan satu gulungan makanan tersebut dalam 3 kali gigit.

kimchi

Kiri: Kimchi lobak, kanan: Kimchi sawi putih

Selain itu ada juga menu kue beras yang saya tidak terlalu suka serta sup rumput laut. Kalau sup rumput laut sih saya suka sekali karena rasanya yang segar dan gurih. Sampai habis lho sup rumput lautnya. Saya perhatikan agak berbeda antara sup rumput laut di Beijing dengan Korea. Kalau tidak salah ingat, sup rumput laut di Beijing ada tambahan telur yang dihancurkan. Sedangkan di Korea murni bening tanpa ada campuran lain.

Oke, setelah kenyang bersantap siang, kami semua langsung menuju gerbang Nami Island yang sudah ditunggu-tunggu.

Akhirnya ke Nami Island

Kebetulan karena rombongan kami sudah membayar satu paket perjalanan, jadi kami tidak mengeluarkan uang lagi untuk membeli tiket masuk ke tempat wisata. Namun setelah mencoba googling, ternyata tiket masuk ke Pulau Nami berkisar di harga 8000 won, kalau mau dirupiahkan tinggal dikali 12 saja ya. Untuk menuju ke tempat ini bisa dengan menggunakan transportasi massa berupa kereta atau bus. Jadi jangan khawatir kalau mau backpackeran ke Nami Island bisa banget pastinya.

nami-island

Mr. Rio mengatakan sebenarnya Naminara Republic atau Pulau Nami ini diambil dari nama seorang pahlawan di Korea Selatan yaitu Jenderal Nami. Beliau dimakamkan di Pulau Nami ini, sayangnya saya malah lebih mengenal pulau tersebut berkat drama Korea hehe. Tetapi setelah dijelaskan oleh Mr. Rio akhirnya saya paham latar belakang adanya pulau Nami ini.

Oke, setelah masing-masing memegang tiket masuk, kami semua langsung menuju kapal yang akan membawa kami menuju ke Pulau Nami. Perjalanan di atas kapal hanya memakan waktu sekitar 5 menit saja lho karena pulau Nami dekat sekali dengan daratan Seoul. Nah, Pulau Nami ini luasnya hanya sekitar 1.6 km saja, jadi kalau mau keliling dari ujung ke ujung dalam satu hari itu pasti akan cukup waktu sekali.

nami-island

Tak berapa lama, kapal yang membawa rombongan kami akhirnya tiba di Pulau Nami. Wah, ternyata begini tho pulau Nami, indah banget dan terlihat sekali kesan romantisnya. Saat itu udara tidak terlalu dingin, suhu udara seperti berada di puncak gunung. Saya tidak memakai sarung tangan dan juga syal karena agak hangat saat itu.

nami-island

Terlihat di sana lorong pepohonan yang menjadi tempat Bae Yong jun dan Choi Ji Wo berjalan di antaranya. Sudah tidak ada salju lagi di sana, namun suasana romantis masih terasa berkat deretan lampu putih yang terlihat seperti balon.

nami-island

Sepertinya Pulau Nami ini memang sudah banyak dikunjungi oleh para wisatawan. Indonesia adalah salah satunya, sehingga ucapan salam ala Indonesia beserta benderanya terlihat ada di Pulau ini. Nah, bagi yang suka banget berfoto ria, menurut saya hampir semua sudut di Nami Island ini instagramable banget, saya saja sampai bingung untuk foto di mana saja.

nami-island

Mushola dan Perpustakaan di Nami Island

Saya senang sekali dengan Nami Island, selain tempatnya indah, ternyata juga ramah pengunjung terutama untuk wisatawan muslim. Di sana terdapat mushola yang bersih, lengkap dengan perpustakaan yang membuat saya cukup amazing.

Di dalam mushola yang bersih tersedia mukena, Al-Quran dan juga sajadah untuk digunakan oleh para pengunjung. Air wudhunya juga hangat, tidak dingin sehingga membuat kami cukup nyaman berada di sana. Nah untuk perpustakaannya sendiri dibuat sangat fun, ada lampu-lampu di atas langit serta tiang yang tersusun dari tumpukan buku. Very creative!.

nami-island

nami-island

Sayangnya kami tidak bisa berlama-lama di sana karena waktu semakin siang dan belum mengeksplore tempat lainnya. Setelah selesai shalat, kami langsung menuju ke lokasi yang terdapat poster Winter Sonata.

Mengenang Winter Sonata di Nami Island

Akibat menulis tentang Nami Island, saya jadi kangen deh dengan drama Winter Sonata yang dulu saya tonton saat masih SMA. Sudah lama banget berarti kan, tapi masih membekas karena kisahnya memang bagus. Apalagi tempat shooting Winter Sonata di Nami Island saat itu sedang musim gugur dan musim dingin sehingga kesannya sangat romantis.

Dari arah mushola, cukup berjalan tidak terlalu jauh untuk melihat poster Winter Sonata. Di sana kami berfoto secara bergantian karena banyak pengunjung yang juga ingin berfoto dengan poster tersebut. Kemudian tidak jauh dari tempat poster berada, di sana ada patung Bae Yong Jun dan Choi Ji Wo para pemeran di Winter Sonata.

nami-island

nami-island

nami-island

Daerah di sekitar danau dekat patung indah sekali, deretan pepohonan nampak kompak berpadu dengan indah membuat para pengunjung ingin mengabadikan diri di sini. Ini sedang musim semi ya, bagaimana nanti kalau musim panas saat dedaunan mulai muncul, pasti indah banget.

Namun, saya dan rombongan tidak bisa terlalu berlama-lama di sana karena kami harus segera melanjutkan perjalanan kembali menuju Mount Seorak. Di sana kami akan menginap di I Park Condominium yang berada di kaki Gunung Seorak. Cerita mengenai I Park Condominium akan saya lanjutkan pada postingan selanjutnya ya.        

17 Comments

  1. Nisful Ardi

    Reply

    Mbak ev… Foto makanannya kurang banyak.. Aku belum kenyang mbak ev..

    Btw mbak, selain untuk shooting drama Winter Sonata, di Nami Island untuk shooting apa lagi mbak? Kok kayaknya agak sedikit akrab sama beberapa drakor lainnya ya?

    *aku gak pernah liat Winter Sonata soalnya.. Jhehehe

    • evventure

      Reply

      hmmm aku taunya winter sonata, ada sih yang lain juga, tapi aku lupa haha

  2. Reply

    aakhirnya terjawab sudah knp disebut Nami island hehehe..
    yah kirain mau dibahas disini jg mb yg budidayanya jadi aku mesti menungu lagi postingan lanjutannya sama yg budidaya tanaman penasaran hahaha..
    Cantik musholanya mba n perpustakaannya bukunya bahasa korea apa english mb?syg y ga bisa lama2 xixixi

    • evventure

      Reply

      saya gak sempet buka-buka bukunya soalnya mepet waktunya kemarin euy, kalo diposting di sini juga nanti kepanjangan neng hehe

  3. Reply

    Ampun DJ! Pas sampai ke bagian sayur di dalam rumah itu, saya membayangkan satu drama yang syuting di dalamnya. Ini Korea benar-benar ‘baik’ banget ya mbak, mereka menjaga keakraban sampai ada musalla itu luar biasa!

    • evventure

      Reply

      iya alhamdulillah, terjaga deh buat shalatnya, ayo Bai nyusul ke Korea juga

  4. Pingback: Petualangan ke Korea Selatan (3): I Park Condominium - evventure

  5. apri ani

    Reply

    wahh, makanannya bikin ngiler..
    itu hebat jug yah, ada mushola… keren banget Korea, padahal negar non muslim ya

  6. Reply

    Walo rada kecewa krn nami island ga seputih yg aku bayangin :p, tp lumayan seneng jg kmrn.. Dan aku juga sukaaaaak bgt makan ayam bakarnya di salah satu resto sebelum nyebrang mba.. Enak bgtttt yaaa :D. Justru itu yg paling keinget dr Nami nya 😀

    • evventure

      Reply

      nah itu enak ya mbak takalbinya, itu kalo perut ku muat, mau aku habisin deh hidangannya

  7. ochi

    Reply

    Wah, makasih udah ceritain tentang Nami Island kak. Sedikit banyak bisa bayangin lah, walaupun belum bisa main kesana. maklum lagi keserang virus drama korea nih. Hihi 😀
    Nice deh

Leave a Reply to Deddy Huang Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *